Investasi Saham To The Next Level?

Saya masih ingat sekali, saham pertama yang saya beli ada saham dari Bank Central Asia, dengan kode saham BBCA di pasar modal. Saat itu saya membeli saham BBCA di angka Rp 33,450 per lembarnya. Dan kalian sudah tahu pastinya kalau investasi saham hitungannya per Lot (100 lembar), jadi saya mengeluarkan uang untuk BBCA sebesar Rp 3,347,500 per 1 Lot. Bagi seorang freelacer, jumlah tersebut jika dibayarkan secara langsung terbilang cukup besar, apalagi untuk saya yang masih memikirkan bayar kosan di tanggal 20 tiap bulannya, haha. Tapi saya tetap melakukannya. Kalian tahu kenapa?


   “Lo enggak takut rugi, Ris?”, pertanyaan yang nampaknya harus mulai saya acuhkan karena terlalu sering terdengar. Tapi bukan berarti saya berani banget waktu pertama kali mendengarnya, saya takut, saya sempat memikirkan tanggung jawab atas jawaban yang saya berikan, “kuncinya adalah beli saham perusahaan yang kita kenal, dan analisa fundamental”, ucap saya dengan nada sok ngerti, haha. Saya memutuskan untuk membeli saham pertama saya setelah ‘lulus’ dari Sekolah Pasar Modal yang kedua. Bersamaan dengan aktifnya akun sekuritas RHB saya, yang tentunya membuat semuanya semakin lancar.

Analisa fundamental ibarat amunisi saat saya memutuskan memulai berinvestasi saham. Sebenarnya ada satu cara lagi yang diajarkan saat SPM, analisa teknikal dengan beberapa metode, berisi grafik dan pergerakan nilai sahamnya, sumpah saya pusing sekali kalau mengingat cara ini, atau bisa dibilang belum mengerti dengan pasti, hehe, makanya ingin belajar terus-menerus. Dan untuk saat ini, analisa fundamental adalah cara yang paling saya suka untuk menetukan saham yang ingin saya beli. Selain rekomendasi dari suhu di Grup RHB juga sih, yang merupakan salah satu keuntungan berinvestasi melalui RHB.

BBCA menjadi saham pertama yang saya miliki. Kalian tahu berapa harga per Lot (100 lembar) nya? Hampir 3 juta. Uang yang cukup besar bagi saya. Tapi saya tetap beli, dan karena fokus awal saya dalam berinvestasi saham adalah untuk jangka panjang, maka saham-saham seperti BCA ini yang harus dimiliki terlebih dahulu. BCA termasuk dalam dalam saham blue-chip, yaitu saham dengan kualitas terbaik dari segi keamanan dan stabilitas nilainya di bursa. Tau dari mana? Lo percaya aja gitu? Nah, ini pentingnya fundamnetal. Bisa langsung kita cek, dengan membuka aplikasi RHB kemudian pilih menu ‘Stock’ lalu pilih ‘Fundamental’ di sana kita bisa lihat informasinya.

Apakah saya senang punya saham BCA? Tentu! Rasanya bangga sekali, Terlebih ketika bertransaksi, meskipun cuma 1 Lot, entah berapa 0 dibelakang koma jika diubah ke persen, haha. Saya ingat sekali, setelah sukses membeli saham ini, pergerakannya langsung hijau, kalau tak salah naiknya langsung 2% sebelum pasar tutup. Untung banget loh itu, meskipun kita enggak tahu besoknya bagaimana. Tapi karena fokus jangka panjang, jadi saya tak terlelu memikirkan untuk kenaikan perharinya.

Terus, udah punya saham blue-chip, udah tenang gitu? Bisa iya, bisa enggak! Tapi lebih banyak tenangnya sih, karena pergerakan saham perusahaan-perusahaan yang baik, adalah yang tumbuh dengan perlahan (biasanya) karena jika pertumbuhannya pesat maka resiko turunnya pun juga pesat. Ini sih yang kadang orang lupa dalam berinvestasi saham, fokusnya untungnya saja, padahal ada proses yang harus diperhatikan.

Ada sekian persen keinginan di otak saya yang bilang. “Biarkan BBCA tumbuh, dan sekarang lo fokus untuk melirik saham lainnya”, dan nampaknya saya mulai setuju dengan suara tersebut, dan mulai tertarik dengan investasi saham jangka pendek, trading waktu pendek.


Ayo buat kalian yang mau belajar langsung aja download aplikasi RHB TradesmartID di App Store atau Play Store. Registrasinta GRATIS loh....

#SahamIsEasy #TradeEasier #InvestSmarter

1 comment

  1. I hear about this so called '' TradeSmart '' for the first time. Unfortunately, most of such programs are fake. I will definitely check this one.

    ReplyDelete