Counterpart, Tontonan Seru di Mola TV!

Sumpah, saya merasa ketinggalan banget! Ternyata Counterpart sudah sampai season 2 di Mola TV. Ditambah faktanya series ini sudah rilis sejak Desember 2017, tapi saya baru mulai nonton tahun ini di Mola TV. Sisi positifnya, saya bisa nonton langsung 20 episode! Gak pake nunggu-nunggu tiap episode selanjutnya kan yaaa…. Terusssss ternyata seru juga ceritanya!

 


   Sambil menunggu episode terbaru Two Weeks to Live, beberapa teman saya menyarankan series yang satu ini. Counterpart judulnya, yang kebetulan juga ada di Mola TV. Pas banget dong ya, bahkan untung banget tepatnya! Langganan mulai dari Rp 12,500 bisa langsung milih tontonan, satu platform streaming banyak konten ekslusifnya, jadi enggak bosen kalau yang satu udah tamat atau masih bersambung. Dan pas saya baca sinopsisnya ternyata seru. Cerita fiksi ilmian gitu. Ditambah trailernya juga cukup menarik.


 

Saya langsung jatuh cinta sama openingnya. Tumben banget enggak saya skip. Menampilkan permainan asal Tingkok, Igo namanya, yang sangat mengedepankan strategi ketika memainkannya. Dan saya rasa, secara enggak langsung Counterpart ingin menginfokan kalau serial tersebut siap mengajak otak kita untuk berpusing-pusing ria melihat strategi yang mereka mainkan, tentunya dengan cara yang seru. Are we ready?

 

Seperti dijobloskan ke dalam situasi yang semakin sulit dimengerti. Kebingungan menambah daftar hal ‘buruk’ yang menimpa Howard Silk, pegawai yang akhirnya mendapatkan promosi setelah 30 tahun berkerja di agensi spionase Perserikatan Bangsa-Bangsa yang berbasis di Berlin. ‘Dirinya yang lain’ tiba-tiba muncul, dan membawa sebuah misi berbalut masalah besar yang ternyata mengubah hidup Howard menjadi tak biasa.


 

“Apakah hidup hanya hasil dari pilihan kita?”, kata Howard yang asli (di masa itu), yang nampak jelas masih bingung saat tahu kalau ternyata ada dunia lain yang identik dengan dunia yang sedang ia jalani. Keduanya dihubungkan oleh sebuah lorong, yang merupakan portal hasil dari percobaan para ilmuan 30 tahun silam, and they call crossing. Meskipun terhubung dan sama, setiap orang di masing-masing dunia tetap menjalankan pilihan hidupnya sendiri, tak terikat, sehingga karakter keduanya berbeda.

 

Tak banyak yang tahu akan keberadaan portal tersebut. Yang ternyata ada beberapa pihak yang menyalahgunakannya. Ada pembelot yang menyebrang, dan berpotensi membuat kegaduhan di kedua dunia. Hal itu yang menyebabkan Howard (yang lainnya) menyebrang dan mengambil resiko untuk menghentikannya. Seperti puzzle, satu persatu misteri terpecahkan melalui masa lalu tiap karakter. 

 

FYI nih ya, jadi diceritakan dalam series ini, seharusnya mereka semua benar-benar mirip, tapi ada satu moment ketika mereka dihadapkan dengan sebuah pilihan di masa lalu, dan jika berbeda, maka kehidupan yang mereka jalani pun berbeda. Tapi, beberapa dialog juga sempat menyinggung soal ‘masa depan’, ini sih yang membuat saya suka sama ceritanya yang menarik dan semakin penasaran dengan alurnya yang cukup sulit ditebakIntinya saya bingung tapi suka, haha.


 

Howard Silk sendiri diperankan oleh J.K Simmons yang sudah tak diragukan lagi dalam berakting, faktanya ia pernah memenangkan Piala Oscar pada Academy Award ke-87 untuk kategori Aktor Pendukung Terbaik lewat aktingnya sebagai pelatih musik dalam film Whiplash. Lewat Counterpart, kita bisa langsung melihat J.K. Simmons dalam dua karakter sekaligus, dan totalitas banget. Selain Simmons, serial ini juga didukung oleh Harry Lloyd, aktor yang sudah banyak terlibat di film-film besar seperti The Iron Lady, The Theory of Everything, hingga The Wife

 

Keunikan dari Counterpart juga saya rasakan ketika kedua karakter berada dalam satu frame, halus banget editannya, Josh Beal dan tim editing lainnya jelas bekerja sangat baik untuk project ini. Musik dalam series ini juga membantu banget dalam membangun suasana tegang ketika menontonnya, Jeff Russo terlihat bekerja sangat keras untuk yang satu ini. Durasi hampir 1 jam Counterpart sempat membuat saya merasa menonton film, jadi berasa punya bioskop exclusive Mola TV gitu, haha



Hingga saat ini, di Mola TV yang aplikasinya bisa kita download secara gratis melalui smartphone dan langganannya murah banget, mulai dari Rp 12.500 ajah, Counterpart sudah punya 20 episode dengan banyak sutradara yang terlibat, ada Morten Tydum, Jennifer Getzinger, Justin Marks dan masih banyak lagi. Meskipun beda-beda, semua yang terlibat dalam Counterpart tetap menyuguhkan hiburan yang layak untuk diikuti tiap episodenya. Dan yang berasa banget di otak saya tuh ya, pengen banget traveling ke Berlin, tapi jalan-jalan keliling kota ya, bukan terlibat masalah si Howard, hehe.

No comments