Review Younger, Akhirnya Bisa Nonton Series Ini!

“Kenapa setelah kita makin tua dan berpengalaman, kita makin tak diinginkan orang?”

 

Sebenarnya, saat ini banyak cara untuk kita menikmati sebuah tontonan. Film, series, dokumenter, atau jenis lainnya. Tapi permasalahnya adalah, apakah media yang menyajikan tontonan tersebut legal? Apakah kita benar-benar menghargai karya tersebut dengan menonton di tempat yang benar? 



   Satu lagi tontonan yang menurut saya ‘asik’ hadir di Mola TV. Dan kali ini, bisa dibilang solusi banget untuk pecinta series ini, pasalnya series tersebut sebenarnya sudah rilis sejak Maret 2015 lalu. Tapi di Indonesia tak resmi ditayangkan, dan saya pribadi takt ahu harus nonton di mana. Dan Mola TV menghadirkannya secara ekslusif saat ini. Judulnya Younger, mengisahkan karakter wanita berusia 40 tahun, bernama Liza Miller yang diperankan oleh Sutton Foster,  yang memilih untuk ‘memalsukan’ umurnya demi menghidupi dirinya. FYI nih ya, di IMDb  Series Younger mendapatkan skor 7,8/10 loh....

 

Selalu jatuh cinta sama serial atau film yang diangkat dari novel, seperti Younger ini, adaptasi dari novel berjudul sama karya Pamela Redmond Satran yang diterbitkan tahun 2005 silam, ketika divisualisasikan benar-benar punya nyawa tersediri dari sisi skenarionya. Dan menurut saya dialog dalam series ini terasa ringan dan nyaman sekali, pas buat asupan otak yang mulai stress selama pandemi, hehe.

 

“Kenapa setelah kita makin tua dan berpengalaman, kita makin tak diinginkan orang?”Ucapan Liza di season pertama episode 1 seakan menjadi ucapan ‘selamat datang’ untuk saya yang baru menikmati series ini. Bahkan di sisi lain, otak saya berpikir, akan ada saatnya saya berada di posisi Liza. Tapi rasanya terlalu cepat untuk mengambil kesimpulan kalau Liza adalah sosok yang pesimis dan harus dikasihani karena perceraian dan baru kehilangan rumahnya. Younger baru dimulai! Dan sesuai judulnya, mungkin babak baru kehidupan Liza akan semakin menarik.


 

Karakter Maggie, sahabat Liza yang menjadi support system pertama yang saya lihat dalam series ini pun seperti membuka pintu masuk untuk saya semakin menikmati cerita. Maggie membuka mata Liza kalau dirinya terlihat tak terlalu tua untuk bergaul dengan pria berumur 20an. Di saat yang bersamaan pula, Maggie memberikan saran untuk ‘meminimalisir’ umur Liza ketika melamar pekerjaan. “Untuk ukuran wanita seusiamu, kau selalu awet muda”, kata Maggie. Liza pun mengikuti saran sahabatnya itu, yang ternyata berjalan mulus, dan ia diterima di bagian pemasaran sebuah publishing. Yeay!

 

“Apa aku mau menukar harga diriku, kecerdasanku, dan rasa percaya diri dengan hidup kembali di usia 20an?” tanya Liza. Seperti yang saya bayangkan, alur semakin menarik memasuki pertengahan episode, dan musik juga semakin terdengar ‘younger’. Liza akhirnya masuk ke dalam lingkungan kerja ‘masa kini’ dan bertemu dengan rekan kerja wanitanya yang berumur 20an ‘beneran’ bernama Kelsey Petters. Diperankan oleh Hilary Duff, karakter Kelsey benar-benar menghipnotis banget! Liza beruntung bertemu dengannya.

 

Tentu banyak perbedaan yang harus dipelajari, serta perubahan yang harus dilalui oleh Liza ketika memantapkan dirinya kembali ke umur 26. Salah satu yang paling sulit adalah soal cinta, yang dalam series ini tak perlu menunggu lama karena Liza langsung bertemu dengan pria muda bernama Josh, seniman tato yang diperankan oleh Nico Tortorella. Romantis, suasana series menjadi manis sekali saat Josh dan Liza berjalan bersamaan dengan musik, kissing scene, dan penolakan secara halus oleh Liza dengan alasan ‘fokus kerja’. Dimulai dengan kebohongan, ditambah dengan kebohongan, dan diakhiri dengan kebohongan. Penasaran banget bagaimana Liza mengakhiri ‘permasalahannya’ ini!



Untuk TV series yang rilis di 2015, musim pertama Younger terbilang punya sinematografi yang bagus pada tahun itu. Pengambilan gambar yang dinamis, serta komposisi Teknik dan visual yang enak di mata. Enggak main-main dalam produksinya. Dan ketika saya kepo, executive produser series ini ternyata sama dengan series Sex and The City dan Emily in Paris! Waw. Terus, di 2015 juga, serial Younger berhasil menyabet penghargaan Adweek Hot List Televison Award untuk kategori Best New Comedy Series. 

 

Liza terus menikmati siklus barunya. Meskipun demikian, series ini bisa dibilang pintar dalam menyisipkan permasalah umur 40 tahun Liza sebagai batasan antara muda dan tua. Penonton tetap disuguhkan kedua sisinya, dan hal itu bisa kita lihat ketika liza bersama dengan siapa, Maggie or Kelsey, yang membuktikan Sutton Foster berakting dengan sangat apik untuk series ini. Good job!

 

“Kau tahu apa yang aku suka darimu? Kejujuran”, Saya tahu kalau kalimat ini pasti akan datang. Dan membuat saya penasaran plus enggak sabar untuk episode selanjutnya! Untungnya, TV Series Younger sudah hadir ekslusif di Mola TV langsung 6 season, sehingga pikiran saya tak perlu digantungin atau menerawang kelanjutan kisah Liza. 

 

Buat kalian yang penasaran dan mau nonton TV Series Younger secara legal, bisa langsung deh download gratis aplikasinya kemudian langsung berlangganan layanan streamingnya hanya di Mola TV. Harganya? Murah banget kok, Cuma Rp 12.500 ajah!  Sudah gitu, selain Younger, Mola TV juga punya banyak film dan series lainnya, sepertu Humans, The First, Lawless, Waiting For The Barbarians dan konten exlusive lainnya.

1 comment

  1. wah, di Mola banyak series bagus ya.. jadi pengen langganan juga nih :D

    ReplyDelete