Respiratory Hygiene, Harus Diingat Agar Puasa Sehat Saat Pandemi Covid-19!

Saya rasa bukan hanya saya saja yang merasa puasa tahun ini berbeda. Tiba-tiba kangen ngeronda buat bangunin orang sahur, kangen ngabuburit, kangen taraweh di masjid, dan tentunya kangen buka puasa bersama dan ajakan yang kadang berujung gak jadi, haha. Tapi ini untuk kebaikan bersama. Benar-benar kita tuh harus berterima kasih sama mereka yang rela untuk di rumah aja dan rela untuk tidak mudik demi memutus rantai penyebaran corona. Kalian luar biasa! Dan tentunya, kita semua bisa menjadi pahlawan, setidaknya untuk diri sendiri dengan menjaga kesehatan dan kebersihan diri.


   Tahun 2020 nampaknya menjadi momen Ramadhan yang tak mungkin dilupakan. Puasa di tengah pandemi yang entah sampai kapan akan berakhir. Semua berharap cepat selesai, bahkan saya pribadi berharap ini hanya mimpi. Bintang utamanya tentu kalian tahu, Coronavirus atau Virus corona yang sejatinya masih satu keluarga dengan virus SARS dan MERS yang menyerang saluran pernafasan. Harus diingat nih, corona adalah nama virusnya, kalau nama penyakitnya SARS-CoV-2 atau Covid-19, singkatan dari CoronaVirus Disease 19. Kok namanya ada 'SARS'nya? Iya, karena Covid-19 memiliki kesamaan genetic hingga 72% dengan SARS.

Coronavirus menyebar melalui droplets (tetsan cairan dari batuk/bersin), kontak pribadi dengan orang postif Covid-19 dan juga seseorang yang menyentuh permukaan/benda yang terjangkit virus corona, yang jika diperhatikan semua akan berakhir di saluran pernafasan. Sehingga wujud pencegahan dan penularannya adalah menggunakan masker, physical distancing (jaga jarak) hingga mencuci tangan hingga bersih.

Ciri-ciri tahap awal virus corona menyerang adalah sama dengan flu, seperti deman dan batuk, di mana virus tersebut menyerang imunitas tubuh sehingga badan lemah dan lesu. Dan yang paling berbahaya adalah tahap lanjutan di mana virus yang sudah masuk ke tenggorokan bertemu dengan reseptornya dan menjadi ganas. Saat itulah Covid-19 memulai siksaannya. Virus mulai menginfeksi sel-sel sekitar sehingga tenggorokan terasa nyeri dan mulai batuk kering.

Virus corona pun dengan cepat melanjutkan aksinya ke jaringan paru-paru, merusaknya, kemudian jaringan paru-paru membengkak sehingga sulit untuk menerima oksigen dan melepas karbondioksida, dan terjadilah pneumonia. Jika sudah sampai tahap ini sangat disarankan untuk segera ke dokter. Namun, jika masih dalam tahap awal/gejala ringan sebaiknya kita melakukan tes mandiri saja, bisa dengan mudah melalui fitur Periksa COVID-19 yang ada di Halodoc.


Selain pemeriksaan instan terkait Covid-19, Halodoc juga menyediakan banyak informasi kesehatan mulai dari kesehatan diri, makanan sehat, diet, kecantikan, kehamilan, hingga pertumbuhan anak dan balita. Dan yang paling menarik dari fitur-fitur unggulannya ialah fitur Chat dengan dokter, mulai dari dokter umum, spesialis, hingga psikolog klinis. Semua hal terkait kesehatan bisa dengan mudah kita temukan di Halodoc, baik melalui mobile aplikasi ataupun web.




Tips Menjaga Kebersihan Saluran Pernafasan!

Respiratory Hygiene atau kebersihan pernafasan nyatanya harus diperhatikan dalam pencegahan virus corona. Apalagi di bulan puasa, di mana kerja organ sekitar mulut dan tenggorokan berkurang, terutama dalam menghasilkan air liur, sehingga bakteri dalam mulut meningkat. Dan jika tidak segera diatasi, bakteri tersbeut akan menyebabkan bau mulut hingga infeksi pada rongga. Alhasil virus pun dengan sangat mudah menempel dan berkembang biak kemudian menyerang.

Beberapa tips yang bisa dilakukan demi menjaga kesehatan saluran pernafasan saat berpuasa diantaranya:
  1. Saat batuk, kita diwajibkan untuk menutup mulut dengan siku. Dan untuk bersin, karena biasanya hadir dengan tiba-tiba, jika terpaksa menutup dengan tangan kita disarankan untuk segera mencuci tangan. Atau jika ingin menggunakan tangan untuk keduanya bisa menggunakan tissu, yang kemudian tissu tersebut segera dibuang ke tempat sampah.
  2. Rajin cuci tangan setelah bersentuhan dengan benda-benda yang mungkin terkontaminasi, dan ketika mencuci tangan selain menggunakan sabun juga pastikan dengan air mengalir.
  3. Gunakan masker agar tidak mudah terkontaminasi, dan ini pun sesuai anjuran pemerintah jika berpergian. Tips ketiga ini secara tak langsung juga menjadi bagian dari tips sebelumnya, karena biasanya ketika sehabis batuk/bersin, kita lupa mencuci tangan, dan tanpa sadar memegang area mulut, dan virus mungkin bisa dengan mudah masuk ke saluran pernafasan.
  4. Lakukan gargle, atau cara kumur dengan benar. Saat puasa, ini yang mungkin harus sering dilakukan, yaitu kumur sampai area tenggorokan dengan cairan kumur yang mengandung povidone-lodine yang dapat membunuh kuman dan virus. Gargle yang baik dilakukan selama 20-30 detik, sehingga mampu mengeliminasi kuman-kuman yang ada di rongga mulut. Nah, selama menjalani puasa itu gurgle dilakukan saat sahur, berbuka, setelah makan malam, dan pas mau tidur, agar tenggorkan dan saluran pernafasan tetap sehat.

2 comments

  1. Wah, saya tidak pernah melakukan gargle... Ini ide bagus. Karena selama ini cuma berkumur saja kayaknya kurang.

    ReplyDelete