MY MiSSION 2020: Melengkapi Perencanaan Untuk Hidup Yang Lebih ‘Nyaman’

“Satu hal yang pasti hanya ketidakpastian itu sendiri”, katanya.

Rasanya baru lima menit saya duduk meratapi laut, sambil berusaha menghiraukan betapa panasnya Bali siang itu. Pikiran saya semakin liar, melintas tahun demi tahun, seakan mencari berkas kenangan di kepala. Dan ketemu! Saya ingat betapa bebasnya dulu bermain di pantai, saat kecil, berlarian ke sana ke sini, dan berteriak. Apapun saya teriakan. Sambil melihat betapa manisnya senyum kedua orang tua saya kala itu. Sayangnya saat dewasa hal itu tak terjadi, meskipun saya rindu, saya lebih senang duduk dan berpikir, “Ada apa di ujung laut sana?”.


   Pantai seakan mengajarkan saya babak-babak kehidupan. Saat kecil dulu, pertama kali di ajak oleh orang tua, saya seperti sedang bersiap di garis start untuk memulai hidup. Dan suara deburan ombak seperti support system pertama saya, riweeeuh sekali, bahasa yang tak saya mengerti tapi penuh perhatian. Waktu pun berjalan, terasa sangat cepat, sampai terkadang saya berpikir ditinggalkannya.

28 tahun! Bukan lagi umur yang muda jika berhadapan dengan anak 24/25 tahun, apalagi ketika tahu kalau anak tersebut habis naik pangkat, dan sedang mempersiapkan rencana pernikahannya. Rasanya butuh sekali pantai jika berada di posisi tersebut, kemudian berteriak “Kenapa bukan saya, Tuhan?”. Namun saya tak memilih jalan childish itu, 28 tahun harusnya cukup untuk saya belajar kalau semua orang punya timeline-nya masing-masing. Dan, jika memang benar saya berada di pantai, saya akan lebih berpikir mission saya ke depannya bagaimana, sambil berkata “Saya harus bahagia dengan cara saya sendiri”.

Apa Sih MiSSION Kalian?

Sebelum menjawab pertanyaan ini, kita harus tahu diri kita terlebih dahulu. Dan beberapa waktu lalu, saya mencobanya di bit.ly/wujudkanmissionmu, yang saya rasa pertanyaan gak bertele-tele untuk tahu tipe milennial (di mana semua orang merasa miellennial dengan kemudahan teknologi yang mereka tahu) apa sih kita saat ini. Dan dari situ, saya mencoba melihat babak-babak baru di kehidupan saya. Kalian coba deh.


Hasilnya, saya adalah tipe millennial The Adventure, sesuai jalan hidup yang sedang saya nikmati, yang katanya masih belum yakin untuk urusan pernikahan, gila shoping, solo traveling, dan anak nongkrong. Bahkan dibilangnya, saya ini rela mengeluarkan budget berapapun selama itu membuat saya happy. Dan kalau boleh berkomentar, mereka tepat sekali menebak saya, haha.

Selain menebak kebiasaan, web tersebut juga memberikan saran untuk saya. Yang bisa dibilang, ini sebuah pesan, wejangan, dan kata kunci untuk saya jika ingin terlepas dari comfort zone yang membelunggu saya saat ini. Di sana tertulis, #MiSSION2020 kamu be a smart spender, karena hidup harus balance.

Oh iya, kalian pernah dengarkan istilah ‘bahaya kalau udah betah di zona nyaman dan gak berani keluar’ kan? Ternyata itu yang sedang saya alami, permasalahan yang dilihat web tersebut ketika saya menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan sebelumnya. Itilah simplenya confort zone, yang bahayanya sama dengan frined zone. Coba kalian bayangkan. Hiks.

Kenapa rasa nyaman bisa berbahaya? Awalnya saya pun bingung, saya merasa nyaman yang saya rasakan saat ini merupakan hal baik, tapi nyatanya tidak, kenyamanan yang saat ini saya rasakan justru membuat saya tidak berkembang, di mana jiwa kompetisi dan rasa ambisius saya yang dulu hilang, saya jadi gampang puas. Dalam artian bukan bersyukur. Saya menjadi pribadi yang tak ambil pusing, tak ingin ambil resiko. Dan pada saatnya saya merasa kehilangan banyak kesempatan untuk membuat hidup lebih berwarna.


Kebodohan menjadi scorpio yang selalu mahir menyembunyikan kesedihannya. Saya tak akan pernah memberikan isyarat kesedihan, saat traveling saya selalu merasa bahagia, dan terlihat nyaman melakukannya, padahal dalam hati “Sampai kapan saya bisa nyaman seperti ini?”

Kenapa Kalian Wajib Punya MiSSION?

Saat ini, saya berada di babak ‘Young Profesional’, setelah merasa berhasil melewati babak ‘First Job’, sata di mana lulus sekolah dan langsung cari kerja, kemudian dapat kerjaan, dapat gaji, dan langsung merasa bahagia beli ini-itu dari hasil keringat sendiri. Rasanya bahagia sekali masa-masa first job itu.


Jika saya ‘lulus’ tahap young profesional, seharusnya saya bisa masuk ke tahap ‘Berkeluarga’, tapi seperti yang sebutkan tadi, kalau web tersebut sangat tepat hasilnya, saya belum memikirkan hal tersebut meskipun tekanan muncul dari banyak sisi. I’m single, i’m verry happy. Buat kalian yang sudah ada di tahap berkeluarga, pasti kalian sedang memikirkan untuk punya rumah sendiri, punya mobil, hingga punya anak, bukan? Dan itu adalah kebahagiaan yang kalian impikan. Kalau saya saat ini, masih kebahagiaan yang saya inginkan adalah dapat promo tiket pesawat ke Jepang, hehe.

Jadi intinya, beda tahap kehidupan beda pula jenis kebahagiaannya. Untuk itu, kita harus punya MiSSION agar kehidupan kita terarah. Saya pribadi sudah punya keyword-nya, keluar dalam zona nyaman, dan tahu tahap kebahagiaan. Artinya, saya semakin tak peduli dengan timeline seseorang karena misi saya sudah terlihat jalannya, salah satunya dengan menjadi smart spender.

Kalau MiSSION Yang Ini, Bagaimana?

Menjadi smart spender artinya punya perencanaan keuangan yang jelas. Dulu saya pikir, pengelolaan keuangan hanyalah untuk mereka yang punya gaji tetap. Soalnya ketika memutuskan menjadi freelancer, saya harus sadar kalau pendapatan bulan menjadi hal yang tak pasti, lantas apa yang harus direncanakan? Jadi untuk urusan keuangan bersifat dadakan, yang penting ada uang buat bayar kos dan beli paket internet untuk kerja, hehe. Tapi dengan keyakinan dan tekad, malahan jadi sering traveling, hehe.

Perencanaan keuangan nyatanya bukan soal nominal, tapi porsi dan penggunaannya. Dan masa muda adalah waktu yang tepat untuk memulainya. Kenapa? Kita ‘bisa dibilang’ masih punya banyak waktu untk mempersiapkan hal-hal yang kita inginkan nanti, kebahagiaan jangka panjang yang membuat masa muda kita lebih berarti dan terkenang menyenangkan di masa tua.


Gini deh, kalian pasti inginkan punya masa tua yang nyaman, apapun fokus tahap kehidupan saat ini, misalnya untuk yang suka jalan-jalan bisa traveling sampai tua kayak bule-bule yang sering saya lihat di Bali, atau yang sudah berkeluarga bisa melihat anaknya lulus kuliah dan sukses? Semua itu tentu butuh perencanaan keuangan kan.

Kita bisa memulainya dengan membedakan keinginan dan kebutuhan. Ini hal yang harus jelas kita pahami untuk menentukan ‘porsi’ yang akan kita tentukan nantinya. Well, kita bisa buat list prioritas dan menetukan besar presentasinya. Ingat, karena timeline kita semua berbeda, saya yakin presentase ini pun berbeda. Yang sama adalah instrumennya! Harus ada, tabungan, dana darurat, investasi dan masa depan, serta kebutuhan sehari-hari. Dana cicilan kalau kalian punya cicilan jangan lupa. Jika kalian millenial pekerja tetap bisa menerapkan setiap gajian masuk, namun untuk freelancer sebaiknya ketika fee cair langsung diterapkan, jangan pas total pendapatan akhir bulan saja. Takut keburu abis, hehe.


Duh, kok ribet banget ya? Enggak ribet kok dalam pengaplikasiannya! Bahkan, ada satu instrumen lagi yang ternyata penting banget, dan anak muda seperti kita sering lewatkan. Yaitu asuransi. Loh bukannya sama dana darurat dengan asuransi? Terkesan sama, tapi ternyata beda. Dana darurat adalah sejumlah uang yang kita siapkan untuk keperluan mendesak dan bisa langsung kita ambil, namun asuransi, butuh yang namanya proses karena kegunaannya jauh lebih luas dari kata mendesak.

Semua orang butuh asuransi ketika melihat hal yang tak pasti selalu mengikuti setiap langkah kita. Musibah, kecelakaan, hal yang tak tertuga menjadi erat kaitannya dengan asuransi. Ini hal yang saya lihat ketika main ke pantai, saat ini semenjak sadar semakin dewasa, dan berpikir “Hidup enggak boleh gini-gini aja”, padahal resiko hidup ini semakin tak pasti dan berbahaya. Lihat saja wabah corona saat ini.

Masa muda menjadi waktu yang tepat untuk punya asuransi, karena peluang kita memiliki asuransi di usia muda itu terbuka lebih lebar dan lebih lama jangka waktunya, sehingga premi yang dibayarkan pun akan lebih murah, kerena resiko jatuh sakit dan tutup usia dianggap masih kecil. Bayangkan kalau sudah tua, pasti dikenakan biaya yang lebih besar. Dan yang saya rasakan saat ini, usia muda tuh belum punya banyak tanggungan, iyakan?


Misi kita adalah bagaimana membuat hidup kita bahagia, dan asuransi menjadi instrumen sangat penting sebagai sarana perlindungan, ketika kita berjuang dalam proses menjemput kebahagiaan. Jika ada hal yang tak terduga terjadi, asuransi sangat bisa diandalkan.

Ini MiSSION Yang Kekinian Banget!

Masih muda pun artinya masih punya banyak pilihan, dan boleh memilih, termasuk mencari produk asuransi yang benefitnya ‘kita banget’. Seperti produk terbaru dari Manulife Indonesia, yaitu MiSmart Insurance Solution (MiSSION), produk unit link yang memberikan perlindungan jiwa dan investasi optimal dengan berbagai macam pilihan investasi serta Manfaat Akhir Pertanggungan. Produk ini pun dilengkapi dengan pilihan tambahan asuransi kesehatan loh, jadi paket lengkap banget.


Kenapa saya bilang paket lengkap? Karena yang kita butuhkan, dan karakteristik kita sebagai anak muda, millennial, kids zaman now, semua ada cocok di produk ini. MiSSION merupakan produk dengan solusi 3 in 1, dengan menyediakan perlindungan atau proteksi, ada unsur investasinya, dan juga melengkapi proteksi kesehatan. Millennial yang suka jalan-jalan kan butuh proteksi, biar liburan smakin gokil dan mencoba hal-hal baru, terus anak muda biasanya punya uang dan ambisi tapi enggak tau mau bisnis/usaha apa? Atau takut rugi? Ya investasi saja, terus urusan kesehatan maunya enggak ribet? Ya pakai MiSSION semua beres.

Kenapa Harus MiSSION dari Manulife?

Tentunya karena MiSSION adalah produk dari Manulife Indonesia yang semakin membuat perusahaan asuransi yang sudah berdiri sejak tahun 1985 ini semakin terpercaya, dan terus melengkapi portofolio produknya demi memberikan layanan serta menyediakan kebutuhan keuangan kepada masyarakat Indonesia. Jika kita melihat dari segi porsi keuangan anak muda, manfaat yang didapat, nilai investasi yang dikembangkan, hingga manfaat loyalitas, maka MiSSION siap menjadi teman kita dalam menghadapi proses hidup yang tak pasti dengan keungulan-keunggulan yang ditawarkan.


  1. Premi yang TERJANGKAU mulai dari 4 juta per tahun. Jika dihitung-hitung, akan menjadi 300 ribuan per bulan, 10 ribu saja per hari, lebih murah dari harga boba yang kita minum kan? haha.
  2. Produk dengan uang pertanggungan yang optimal! Dengan premi yang sama, uang pertanggungan cukup bagus dengan porsi lainnya ditonjolkan. Dan kalian tahu tidak, kalau MiSSION adalah produk PERTAMA di market, satu-satunya perusahaan yang menyediakan produk dengan proteksi sampai 110 tahun. Loh memang ada yang umurnya sampai 110 tahun? Ini yang tak kita sadari, namun harapan hidup orang Indonesia itu nyatanya semakin meningkat, dan jangan lupakan juga teknologi kesehatan yang semakin maju.
  3. Manfaat loyalitas sampai 750%, dan manfaat akan dibayarkan di akhir tahun ke-10 dan tahun ke -25. Tahun ke-10 akan ada manfaat loyalitas sebesar 50% dari premi dasar tahunan. Manfaat loyalitas di tahun ke-25 pun akan langsung dibayarkan sebesar 700%, jadi misalkan premi 10 juta, maka tahun ke-25 Manulife akan menambahkan alokasi sebesar 70 juta. Waw!
  4. Alokasi Investasi di mana produk ini SATU-SATUNYA di market yang memberikan alokasi investasi 50% di tahun pertama. Premi yang dibayarkan 50% langsung dimasukan sebagai alokasi investasi, dana ini akan langsung dimasukan untuk investasi kepada klien. Kemudian di tahun ke-11 dan seterusnya, produk ini memberikan 102%, yang tentunya membuat pertumbuhan dana investasi di masa yang akan datang cepat pertumbuhannya.
  5. Semakin lengkap dengan Perlindungan Tambahan untuk kesehatan, yaitu MiSmart Health Care, perlindungan untuk penyakit kritis yang identik dengan biaya besar. Manfaatnya antara lain Manfaat Rawat Inap yang dibayarkan sesuai tagihan, Biaya Perawatan kanker (Kemoterapi) dan cuci ginjal, serta Manfaat Tahunan Tambahan hingga Rp 15 miliar yang akan diberikan selama 1 tahun apabila tertanggung didiagnosis salah penyakit kritis. Info lebih lanjut kalian bisa langsung cek ya di www.manulife.co.id/mission sekarang juga....


Saat punya MiSSION, saya yakin nantinya saya akan kembali merasakan betapa bebasnya bermain di pantai, tak perlu memikirkan hal-hal yang tak pasti, yang kadang menggangu pikiran saya. Dan mungkin, saya akan kembali tersenyum, bahkan melemparkan senyuman itu kepada anak atau cucu saya yang sedang berusaha membangun istana pasirnya. Saya yakin, hari itu akan terjadi. Dan saya akan dengan bangga bilang, “Akhirnya hari itu menjadi hari ini, dan saya berhasil #JadiAndalan untuk diri dan keluarga saya”.

1 comment

  1. pas liat ini, langsung membatin "sama nih, the adventurer", lalu buat lebih meyakinkan coba klik link dan klik ini itu.. trs keluar hasilnya dan memang the adventurer hehe..

    -Traveler Paruh Waktu

    ReplyDelete