2020, Saatnya Saya Investasi Saham!

Sontak saya terbangun. Awalnya bahagia, khayalan indah sebelum tidur yang berlanjut menjadi bagian dari mimpi terasa begitu menyenangkan. Terlihat, saya dengan wajah yang semakin berumur sedang duduk di tepi pantai. Saya yakin itu di Bali, tempat yang selalu saya pilih untuk menghabiskan sisa hidup, melihat matahari terbenam sambil menghirup udara sore dan menyambut malam datang. Tak lama kemudian ombak datang, sosok itu terbawa, terhempas dan hilang. Seperti air  yang menghapus jejak-jejak kaki di pasir. Saya membuka mata, dan berpikir. “Apakah mimpi tersebut bisa jadi kenyataan?”


   Desember pun datang kembali. Rasanya bosan sekali untuk membuat resolusi, tapi kalau tak buat serasa ada yang kurang. Pengalaman Desember tahun lalu, saya membuat sebuah resolusi untuk traveling setiap bulannya di 2019, setidaknya keluar dari Ibu Kota dan permasalahan yang saya buat di dalamnya. And i did it! Setiap bulan saya pasti jalan-jalan, meskipun untuk bulan November hanya ke Bogor, hehe.

Memasuki 2019, eksekusinya sangat baik. Saya mengawali tahun itu dengan traveling ke Bali, tempat yang selalu saya pilih dan impikan untuk menghabiskan masa tua. Tempat yang selalu membuat saya iri ketika melihat turis yang sudah tua tapi dengan sangat ‘santuy’ duduk di sebuah cafe tepi pantai. Tempat yang selalu membuat saya berjanji untuk bekerja kerasa dan suatu hari berada di posisi mereka. Bali saya pilih sebagai destinasi pertama untuk membentuk motivasi saya agar konsisten ke depannya.

Sampailah saya di penghujung tahun, Desember 2019. Sambil membuka galery smartphone, melihat foto-foto traveling sepanjang tahun, saya berpikir “what’s next?” bersama dengan pertanyaan “Yakin gini-gini saja?”. Membuat sebuah perjalanan itu baik, tapi sebagai freelancer yang tidak memiliki gaji tetap, perjalanan yang saya lakukan sempat seperti dua buah mata koin. Ada sisi baik dan buruknya.

Saya kecanduan traveling, rasanya kaki ini gatel sekali jika tidak melakukan perjalanan tiap bulannya. Dan menjadi freelancer tentunya membuat saya beruntung bisa memilih waktu kapan saja dan ke mana saja, kecuali mendapatkan tawaran kerja ke luar kota yang sudah ditetapkan, itu pun saya tetap bahagia karena artinya traveling ‘gratis’. Di luar dari ‘gratisan’ tersebut, soal biaya traveling hingga saat ini saya masih menggunakan tabungan dan sekian persen dari bayaran job.

Tahun 2020 saya ingin mengubah pola tersebut, karena saya sadar jika masih menggunakan pola yang sama, tabungan saya akan semakin menipis, harapan saya untuk traveling lebih jauh lagi dan mimpi saya untuk menghabiskan masa tua di Bali hanyalah sebatas mimpi karena tak diimbangi dengan keuangan yang baik. Saya butuh instrumen keuangan lain yang membuat saya masuk pada dunia financial yang semakin besar dan bisa menguntungkan.

I’m A Investment & Trader, Soon!

Investasi saham seketika masuk di pikiran, dan saya pun ingat kalau dulu pernah datang ke sebuah acara tentang saham. Meskipun alasan utamanya sih ingin bertemu brand ambassadornya, Merry Riana, hehe

Kalian semua pasti tahu, saham adalah surat berharga yang menunjukan bagian kepemilikan atas suatu perusahaan. Dan jika membelinya, berarti kita punya hak kepemilikan atas perusahaan tersebut. Jujur, mengetahui definisinya saja saya sudah tertarik sekali, terus pada akhir periode pembukuannya kita juga berhak atas keuntungan perusahaan tersebut. Hampir semua artikel online yang saya baca menyebutkan ‘cara memulai investasi saham sangat mudah’, dan saya pun termakan ‘janji’ tersebut. Salah satu alasan yang membuat saya benar-benar ingin terjun ke dalamnya. Tapi sebagai awalan, fokus saya lebih pada ingin merasakan experience-nya terlebih dahulu, ada batasan yang saya baca dan tidak.

Saya mengambil intinya, “Investasi saham is easy” jika kita sudah memahami konsepnya dan terus belajar. Ada beberapa point yang saya ambil dan catat untuk bekal saya nanti, seperti saya harus belajar soal istilah-istilah dalam dunia saham kemudian ikut kelas-kelas saham, memahami cara melihat dan membeli saham yang bagus, dan membaca pergerakannya. Pada tahap ini, saya berpikir nantinya saya akan menentukan satu atau dua saham perusahaan untuk saya jadikan investasi jangka panjang karena keuntungannya bisa lebih besar dan jauh berbeda dengan menabung. It’s time for me to invest smarter.

Masuk ke dunia investasi saham belum lengkap jika kita tidak mencoba untuk trading! Part ini tentunya yang enggak boleh saya lewatkan karena di sini saya akan mendapatkan sensasi dan experience dalam berinvestasi saham. Investasi dan trading itu berbeda loh ya, sejak tulisan ini dipublish sih, perbedaan yang saya tahu adalah soal jangka waktu, investasi memiliki jangka waktu yang cukup lama, meskipun kembali pada pemilik masing-masing mau dihold berapa lama. Sedangkan trading, jangka waktunya pendek tapi frekuensi transaksinya lebih banyak, sehingga mewajibkan saya untuk belajar extra membaca dan memahami grafik naik-turun yang biasa kita lihat di berita-berita pasar saham.

Keuntungan dari trading ini yang nantinya saya pikir bisa menjadi modal untuk traveling, prinsip buy and sell akan saya gunakan untuk saham-saham tertentu. Tapi nanti ketika saya sudah paham betul bagaimana sistem kerjanya, untuk saat ini yang saya harus mantapkan adalah niat dan terus belajar.

Jujur, saya enggak sabar untuk memulainya. Saat ini sedang mencari-cari kelas belajar saham, Kalian ada yang punya info gak? Atau mau belajar bareng, yuks!

#SahamIsEasy #TradeEasier #InvestSmarter

No comments