Connecting Happiness

7:48:00 PM

JNE berhasil membawa saya ke masa lalu. Senyum mereka begitu tulus, tawa yang sudah lama tak saya lihat. Sepatu hitam dengan kaos kaki balapan juga tak luput dari pandangan saya pagi itu. Ingat gak sih kalian saat pertama kali masuk sekolah dasar? Merasa asing dan ingin sekali hari itu berakhir. Saya ingat waktu Ibu Guru menyuruh saya saling berkenalan, menemukan sahabat, teman satu bangku, bahkan dari kalian pasti ada yang bertahan hingga dewasa. Perlu diketahui, Sekolah Dasar (SD) adalah tempat anak-anak membentuk karakternya, dan hal itu dimulai dari kebiasaan yang dibangun dan ditularkan oleh orang sekitarnya. JNE bekerjasama dengan Foodbank of Indonesia (FOI) sadar akan hal itu, sehingga lahirlah program yang bernama CERIA. Apa itu?


      Setiap anak memiliki HAK untuk memperoleh kondisi yang layak untuk tumbuh dan berkembang, hal ini tertuang pada UU Pasal 28 Ayat 2, namun kenyataannya berbanding terbalik! banyak anak-anak yang belum memperoleh haknya dalam hal kesehatan. Dalam tulisan kali ini, saya tak ingin panjang lebar untuk membahas masalah gizi yang ‘berat’. Semua dimulai dari pagi hari, bagi saya itu sebuah kesempatan untuk menjadi lebih baik lagi, selain itu juga sebuah awal, dan harus dibangun dengan pondasi yang kuat, mood booster dan sarapan adalah dua hal yang harus saya jaga di pagi hari. Saya rasa kalian juga demikian!

Saya termasuk orang yang beruntung! Itu juga yang dirasakan Pak Hendro Utomo, selaku pendiri Foodbak of Indonesia, lembaga masyarakat yang hingga saat ini fokus membantu dan mendampingi masyarakat yang kelaparan dan kurang gizi, yang berdiri sejak tahun 2015. Ibu, adalah orang berada di balik keberuntungan saya dan Pak Hendro, kami sama-sama selalu dibuatkan sarapan sebelum berangkat sekolah dulu, bahkan bagi saya pribadi kadang harus dipaksa, hehe. Tapi paksaan dan sarapan itu ternyata bagus loh, semakin begitu bermanfaat saya rasakan ketika menghadiri Penandatanganan Nota Kesepahaman atau MOU kerjasama antara FOI dan JNE. Banyak informasi baru yang saya dapatkan hari itu.

Hendro Utomo - Mohammad Feriadi
Kenapa saya merasa beruntung? Fyi nih ya, menurut data Riskesdak tahun 2010, sekitar 66 juta anak di sekolah, atau sekitar 20-40 % berangkat ke sekolah dalam perut kosong. Bayangin deh, gimana bisa mikir coba kalau lapar? Ini yang diperhatikan JNE dan FOI dalam upaya mendukung program pemerintah menangani kelaparan di sekolah, serta meningkatkan gizi pada anak. What, JNE? Bantu apa? Nah, ini yang harus kalian tahu dan perhatikan! Sarapan tentunya dari rumah, dan orang tua yang punya kewajiban akan hal ini, tapi tidak untuk beberapa orang yang kurang mampu? Atau bahkan terlalu mampu sehingga orang tuanya kerja terus, anak gak dipikirin, hiks.

Dan dalam hal ini tentu bukan hanya pemerintah saja, tapi harus dari kementrian, aparat kelurahan, kepala sekolah hingga organisasi yang bersangkutan. Seperti Food Bank contohnya, dan peran JNE dalam program ini tentunya sesuai lingkup kerjanya, pendistribusian. Secara keseluruhan program ini  namanya Program Indonesia Ceria (Cerita Baik Kita), dan bukti nyatanya saya lihat pada SD Gandaria Utara 11, Kenayoran yang pada tanggal 8 Maret 2018 mendapatkan bantuan atas program ini.


Selalu terhibur dengan muka polos merekaaaaa
“Alhamdulillah, anak-anak kita di sini sudah sarapan pagi, sudah berjalan hampir 3 tahun kerjasa ini, dengan adanya bantuan ini sungguh sangat terasa sekali manfaatnya” ujar Ibu Sukini selaku Kepala Sekolah. “Memang dalam hal akademis tak mudah, tapi mulai terasa. Dari segi berat badan juga banyak yang meningkat” tambahnya. Program ini juga dinilai memberikan nilai positif, rasa kebersamaan dan rasa kekeluargaan. Bahkan Orang tua murid lainnya juga membantu dalam perbaikan gizi ini, tidak ada pembuangan makanan, jadi jika ‘ada sisa’ makanan akan diolah lagi oleh orang tua murid, menjadi selai misalnya, kemudian dibudidayakan kembali, dan uangnya nanti akan dikembalikan lagi untuk kebutuhan ana-anak. Waw!

Program Ceria ini akan berkesinambungan, JNE yang bertanggungjawab dalam hal pengiriman hampir melakukannya setia hari. Menurut guru yang ada di SD tersebut, pada hari Senin bantuan yang datang berupa susu dan roti, Selasa buah nanas, kemudian pisang, dan jambu. 264 anak bisa dibilang sudah terjamin sarapannya minggu itu. Sekitar jam 10, jam istirahat tepatnya, anak-anak siap memulai harinya kembali dengan dengan asupan gizi yang baru, tentunya bakal banyak yang sehat dan gak gampang sakit, “Prestasi juga terlihat dibeberapa perlombaan olahraga” lanjut Sang Guru.

Bagi Mohammad Feriadi, selaku Direktur Utama JNE. Sebagai perusahaan yang sudah 27 tahun bergerak dibidang penditribusian, tentu merupakan hal wajib untuk semakin membuktikan bahwa JNE begitu bermanfaat untuk orang banyak, tanpa terkecuali. JNE Sebagai bagian dari bangsa ini tentu merasa terpanggil untuk terlibat dalam program yang tujuan baik, salah satunya Ceria ini, agar anak-anak Indonesia yang merupakan calon pemimpin bangsa mendapatkan perhatian dan gizi yang maksimal. JNE juga percaya bahwa semua diawali dari apa yang mereka makan, Connecting Happines, tepat sekali dengan tagline JNE, membagikan kebahagiaan, karena akan sayang banget dong jika makanan dengan jumlah banyak hanya tersimpan di gudang FOI saja? Untuk itu JNE hadir.

Terima kasih JNE dan FOI... oh iya, JNE juga memberikan satu buah mobil loh dalam program ini...
Bagi saya, yang dilakukan JNE adalah pintar dan terbilang tepat, mereka melakukan sesuai keahliaan mereka. Saya rasa ini patut dicontoh pihak maupun perusahaan lainnya, memberikan bantuan kepada yang berhak sesuai bidang keahlian saja, dijamin misi menjadikan anak-anak lebih sehat dan mampu berkompetisi dengan anak-anak dari negara lain bisa cepat terwujud. Amin

“Ini sebenarnya salah satu bentuk real, yang nyata sekali, kerjasama antara pemerintah, lembaga masyarakat dalam hal ini FOI dengan dunia usaha JNE, yang dibantu oleh pihak sekolah dan pimpinan daerah” tegas Ibu Lenny Rosalina, selaku Deputi Menteri Bidang Tumbuh Kembang Anak Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia. Menurutnya juga, program Ceria ini bak virus baik yang harus ditularkan ke seluruh Indonesia. Mulai dari sekolah dasar, kebiasaan sarapan dengan rasa kekeluargaan dan kebersamaan dibentuk, kemudian ditingkatkan seiring tumbuh dewasa. Gak kebayang deh kalau semakin banyak yang memberikan bantuan, pasti semakin luas juga kebahagiaan yang tersebar

You Might Also Like

0 comments