Pakai Hati, Kopi 'Panggilan' di Jakarta Ini Wajib Dicoba!

5:20:00 PM

Bicara dengan Ibu Astried Swastika bagai memaksa pikiran saya untuk terbang jauh melintasi pulau, ketika ditanya mengapa kopi Aceh? Beliau menjawab “karena saya senang, dan cocok”, mendengar jawaban tersebut saya langsung teringat film Devil Wears Prada (2006) yang diadaptasi dari buku berjudul Bos Paling Kejam Sedunia. Merly Streep yang berperan sebagai Miranda Priestly berhasil membuat saya kesal diawal film dengan kesombongannya yang luar biasa, meskipun pada akhirnya saya sadar kalau itu bukan sombong tapi ambisius. Saya sangat merekomendasikan film ini. Untungnya Ibu Astried berbeda, sebagai owner ia justru dekat sekali dengan para karyawan, sang pembuat kupi yang melayani saya sore itu, hingga akhirnya saya kaget ketika beliau mengatakan “kopi panggilan pertama”.


   KOPI SELASAR adalah nama tempat ngopi yang menemani saya menyambut malam minggu beberapa waktu lalu, kalau sering lewat Kemang Timur XV kalian pasti tahu tempat yang satu ini, bangunan yang cukup menarik perhatian dengan design jawa yang kental sekali pada atap hingga pagar pembatas rumah dan jalan yang terbuat dari tumpukan bata merah, bahkan pohon-pohon besar yang menyelimutinya semakin membuat mata kita pasti melirik Rumah Jawa Furniture & Paintings tersebut. Hal berbeda saya rasakan ketika pertama kali menaruh tas dan melihat sekeliling, tak ada mesin pembuat kopi yang biasa saya lihat di kedai-kedai kopi zaman now, tak ada deretan nama minuman kekinian yang membuat saya bingung, dan tak ada kalimat-kalimat motivasi di dinding yang membuat orang ngantri untuk berfoto. Saya semakin ingin memahami tempat ini.

Dengan menggunakan jargon 100 % Indonesia, Selasar terlihat menyambut saya dengan permainan kata, ‘tak ada kopi di sini, yang ada kupi’, saat melihat papan menu saya pikir yang nulis salah, ternyata saya yang salah karena Selasar menggunakan bahasa asli Aceh untuk kopi yaitu kupi. Sedangkan nama Selasar sendiri dipilih karena impian sang owner, Ibu Astried Swastika ingin suatu hari memiliki kedai kopi di teras, konsep rame-rame, kumpul happy dan ngopi sore-sore, 9 Juni 2017 ‘suatu hari’ itu menjadi kenyataan. Teras Rumah Jawa semakin nyaman sore itu, ornamen kayu dan bata merah memang juara kalau bikin suasana teduh, pemilihan warna putih untuk dinding juga terbilang tepat, ditambah sinar mentari sore yang masuk melalui celah pohon membuat suasana semakin hangat. Apalagi saat itu malam minggu.


Perkenalkan, namanya Fahri barista Selasar. Dirinya sedang sibuk dengan manual brew yang biasa ia gunakan untuk membuat pesanan ketika saya annoying berdiri dihadapannya seperti orang norak. Fahri berasal dari Jawa, menariknya dirinya saat itu sedang berkencang dengan biji kupi dan semua alat pembuat kupi yang berasal dari Aceh, mungkin mereka berjodoh. Satu bulan lamanya Fahri belajar langsung dengan teman nya yang asli Aceh sehingga kupi buatannya mampu membuat saya nambah, rasa yang beda dengan suasana yang beda, malam minggu nya juga berbeda dong pastinya, hehe. Jadi inget kisah Malam Minggu Miko, pasti di akhir episode nya selalu ada ucapan “semoga malam minggu lainnya lebih baik lagi”.

Mas Fahri, sang Barista Lokal sedang beraksi


ADA APA AJA SIH DI KOPI SELASAR?

Setelah mata dan pikiran menjelajah, kini saatnya lidah saya merasakan keistimewaan secangkir kupi Selasar, mungkin dua cangkir, tiga, atau lebih, hehe. Ada satu hal yang harus kalian tahu tentang tempat ini, Kopi Selasar selalu mengubah menu meskipun semua tetap sama asalnya dari Aceh, sebelumnya kupi Gayo, tapi saat saya sambangi Kopi Selasar sedang menggunakan kupi khas dari daerah Sigli.

1. KUPI SANGER


Saya sama sekali tak tahu kupi yang satu ini, makanya saya pilih sebagai yang pertama untuk dicicipi sore itu. 20k adalah harga yang dipatok untuk kita mencicipi rasa pas dari kupi, susu kental, dan gula. Perbandingan antar ketiganya harus tepat, Fahri nampaknya harus bekerja keras untuk membuat kupi yang satu ini, tapi seperti yang saya tahu “kopi apapun bisa dibuat di tangan mas fahri dan semua enak karena ia pakai hati saat membuatnya”. Benar adanya jika ‘hati’ adalah salah satu penunjang Kopi Selasar membuat minuman enak, semua dinilai menggunakan perasaan saat mengukur banyaknya kupi, air, susu, dan gula. Jika terasa kemanisan, mungkin Mas Fahri habis bertemu dengan Aisyah, hehe.

Kupi Sanger adalah kopi yang sangat familiar di daerah asal nya, kalian tahu kenapa? karena gosipnya kupi ini selalu dikonsumsi oleh warga setiap hari, dan jika kalian main di Kopi Selasar, wajib mencoba kupi andalan yang satu ini. Dan jika mau yang dingin, tinggal bilang aja pakai es, harganya sama.

2. KUPI SUSU


Sekilas akan sama penampakannya dengan kupi Sanger, tapi kupi Susu akan lebih manis karena rasa manis susu nya sangat mendominasi, juga warna kupi nya yang lebih coklat muda dari Sanger. Harga yang ditawarkan sama, mau panas atau dingin tetap 20k, jadi kalau belum puas dengan kupi Sanger bisa langsung pesan kupi Susu. Saya pun mencoba kupi yang satu ini, rasa manisnya bikin sore itu lebih cepat dan malam minggu terasa panjang, aihhhh.

3. KUPI TARIK


Saya semakin betah di hadapan meja sang barista lokal, Fahri. Bagaimana tidak, saat itu seperti menonton sebuah pertunjukan, Fahri menarik-ulur cerita sore itu (jadi semakin gak sabar buat nonton film Ayat-Ayat Cinta 2, loh!). Kupi Tarik Selasar sangatlah diunggulkan, selain rasanya yang beda dari yang lain, proses pembuatannya juga bisa dijadikan ‘tontonan’ dan seru banget. Kopi Selasar menyebutnya KOLING (Kopi Keliling), jadi jika kalian punya sebuah acara yang ingin ‘beda’ dari biasanya, bisa deh pilih ‘Kopi Panggilan’ yang satu ini, dengan minimal 100 gelas, semua alat dan Fahri bisa pindah ke lokasi acara kalian. Sebuah terobosan baru untuk bisnis kopi lokal saya rasa.


Kupi, susu dan kayu manis bercampur jadi satu, kebayangkan ras manis di lidah dan hangat di tenggorokan yang ditawarkan, dengan harga 25k untuk kupi panas atau dingin, kita sudah bisa merasakan bagaimana hasil tarik-ulur Fahri. Duhhhh.

4. KUPI HITAM


Kalau ngomongin kopi hitam, ini adalah jenis minuman kopi yang saya pilih pertama kali setelah menyaksikan film Filosofi Kopi yang pertama karena penasaran ‘filosofi sebuah kopi’, rasanya gak jauh beda, pahit bagi saya, tapi jika kalian pecinta kopi garis keras wajib mencoba kupi hitam khas Selasar ini. Harganya 18k ajah!

5. TEH TARIK


Oh no! Saya jatuh cinta dengan teh tarik yang satu ini, juga merupakan andalan di Kopi Selasar karena proses pembuatan pakai hati dan bahan utama tentunya. Harga 25k menjadi pantas untuk sebuah teh, rasanya beda, seger banget di mulut, aku semakin bahagia sore itu.

6. ICE LYCHEE TEA


Selain teh tarik juga ada teh leci, seger banget! Rasa dingin es nya itu loh yang bikin saya pengen joget side to side nya Ariana, wkwkw. Apalagi saat itu ada tukang soto lewat, beberapa teman saya langsung beli dan ditutup dengan Ice Lychee Tea sangatlah pilihan yang tepat. Sangat saya rekomendasikan minuman yang satu ini.

Sebulan lalu Kopi Sanger juga melebarkan sayap nya, tak mau ketinggalan meskipun konsep yang diusung adalah 100% Indonesia tapi gerai kopi ini juga memasarkan kupi nya di dunia digital melalui GO FOOD. Selain jadi ‘panggilan’ Kopi Selasar juga bisa dengan mudah loh kita dapatkan, tinggal masuk menu Go Food, kemudian ketik ‘Kopi Selasar’ dan pilih pesanan, simple.  Oh iya, selain cocok untuk tempat ngobrol, arisan, dan menikmati sore sambil mencari inspirasi atau acara apapun, Kopi Selasar juga menjual batik loh, khas Brebes, beda dari batik yang biasa saya lihat.

Ibu Astried Swastika


Hal terbodoh adalah tak melangkahkan kaki lebih dalam lagi di Rumah Jawa, dari luar terlihat beberapa manekin yang menggunakan baju batik penuh warna, pattern yang berbeda dari biasanya. MAHESTRI adalah merek dari batik Brebes itu, artinya perempuan tangguh, “seperti para pembuatnya” ujar Ibu Astried. Beliau ingin batik Brebes juga semakin dikenal, sama seperti batik-batik lainnya karena batik Brebes menggunakan pewarna alami, batik yang diakui UNESCO. Harapan Kopi Selasar dan batik Brebes nampaknya sama, bisa ikut ‘kekinian’ tanpa harus menurunkan nilai lokal yang dimiliki sejak awal.


KOPI SELASAR
Jalan Kemang Timur XV No. 99 Rt 12/18, Pejaten Baru – Jakarta Selatan
Telp. 0816 1777 9826
Buka : Hari Selasa – Minggu, jam 11 pagi – 5 sore
Instagram : @kopiselasar_id

You Might Also Like

26 comments

  1. Aris lengkap banget infonya, ampe bingung mau komentar apa :)))

    ReplyDelete
  2. Aku beberapa kali lewat sini, tapi belom kesampean mampir.
    Yuklah kapan kapan ngupi bareng kaaak. Nengok harganya juga masih ramah lah dikantong hehehe.
    And yes aku baru tau kalo Kopi dalam bahasa Aceh itu "Kupi", tadi kukira kamu typo kak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaha... yuks akh ngopi bareng, sambil ngomongin traveling bareng ke mana gitu, wkwkwkw

      Delete
  3. Sepertinya menulisanya pun dengan hati :)

    ReplyDelete
  4. Karena komentarin foto gpp, izin komen ya om. Fotonya kayak anak SMA... Sotosop ya? #gagalpokusjauhhhhhhhhh

    ReplyDelete
  5. Jadi pengen coba kopinya. Apalagi kopi susu. Saya suka kopi yang dicampur rempah seperti kayu manis :)

    ReplyDelete
  6. Kalau ada tempat ngopi, saya selalu bertanya bisa buat tempat kerja enggak ya. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebenarnya, Selasar lebih cocok buat kumpul, ngobrol2 aja, kalau kerja kurang begitu mendukung

      Delete
  7. Sebagai pecinta kopi gw wajib ke sana kayaknya nih... Makasih infonya yaaaa...

    ReplyDelete
  8. Pertama-tama, aku mau bilang, aku suka cara kamu bercerita, Ris. Betah dibaca sampai akhir.

    Namanya sama dengan sebuah kedai kopi di Selasar Sunaryo, Bandung. Tapi bedanya yang satu ini fokus ke kupi Aceh. Kupi sanger, kupi tarik, kupi hitam (dengan gula haha), teh tarik panas, aku suka semua. Dulu aku biasa ngopi sanger di Roti Gempol deket kost, sekarang udah tutup, harus ke Jl. Riau tapi jauh.

    Interiornya bersahaja ya, apa adanya. Tapi masukan aja buat Ibu Astrid. Karena sajiannya kupi Aceh, mungkin interiornya lebih cocok kalau didesain ala Melayu atau Peranakan alih-alih Jawa. Supaya feel-nya lebih dapet! :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, itu dia sih catetan yang memang saya gak tulis, karena disna juga gabung sama galeri lukisan gitu, jadi urusan 'rombak' tempat agak sulit nampaknya

      Delete
  9. Yeay! Akhirnya ganti tema juga ya, Ris? :D

    Beberapa kali pernah lewat situ.. dan baru tau kalau di situ menjual minuman seperti kopi :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hooh, ganti tema, bingung abisnya.

      Memang baru buka, saya aja baru tau za hehe

      Delete
  10. aku kok pengen kopi tarik ya
    reaksi pahit dan manis dari kayu manisnya sepeti apa coba itu

    ReplyDelete
  11. gak heran sih kemang emang wilayah yang gak cuma kafe2 keren sih.. mau coffee shop butik temat nongkrong termasuk tempat dugem juga. wakakakak

    ReplyDelete
    Replies
    1. hitzzz! pasti kamu anak gaul Kemang ya.......!!!

      Delete
  12. bagi penyuka kopi tempat bisa sangat recomended banget ya.. :)

    ReplyDelete
  13. wah saya mau mampir ah besok.. keliatannya cukup ramah di kantong harga kupi nya.. dan yang penting rasanya itu yg bikin penasaran.. huhu

    ReplyDelete