"Anak Muda Rentan Terkena Penyakit Tidak Menular" Ini Cara Mencegahnya!

12:46:00 AM

Tes kebugaran yang saya lakukan saat acara Blogger Day 2017 beberapa waktu lalu ternyata bermanfaat sekali loh, saya jadi tahu batasan-batasan serta jenis olahraga yang bisa saya lakukan. Kok olahraga dibatasi? Yap! pasti kalian baru tahu kan kalau ternyata olahraga yang kata banyak orang sehat itu juga perlu sebuah 'batasan', tiap individu itu berbeda sesuai dengan kondosi sehat nya masing-masing dan tak bisa dipaksakan, karena nantinya bisa berakibat cukup serius. Tapi yang terpenting adalah kita harus melakukan olahraga atau aktivitas fisik meskipun keduanya berbeda, karena jika tubuh tak pernah diajak gerak, maka bersiaplah kalian terkena yang namanya Penyakit Tidak Menular (PTM), dan itu sangat mengerikan! Penasaran dengan PTM?



   "Apakah kalian pikir tidak menular berarti tidak berbahaya?" tanya dr. Lily yang saat itu bersedia memberikan ilmu nya kepada para blogger dan media di Ruang Publik Terbuka Ramah Anak (RPTRA) Taman Kenangan, Cideng, Jakarta. Sungguh berbeda, biasanya acara Kementrian kesehatan diadakan selalu di dalam gedung, dan kali ini justru diruang terbuka, meskipun di dalam ruangan sih sebenarnya, hehe, tapi suasananya berbeda, kita bisa langsung melihat anak-anak bermain dan menghirup udara yang segar. Mungkin memang sudah saatnya kita memaksimalkan fungsi ruang publik yang disediakan pemerintah untuk kegiatan yang bermanfaat, seperti RPTRA Taman Kenangan ini yang ternyata baru berusia 2 tahun.

Memperingati Hari Keluarga Nasional yang jatuh pada tanggal 29 Juni ditiap tahunnya, Kemenkes melalui, Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalin Penyakit kembali ingin mengedukasi masyarakat perihal "Peran keluarga" yang saat ini dianggap sangat penting dalam menumbuhkan manusia yang sehat. Menurut dr. Lilly S. Sulistyowati, MM selaku Direktur Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular, semua orang harus tahu cara membangun keluarga yang baik dan benar, harus tahu mau membangun keluarga yang seperti apa, karena keluarga yang sehat, bahagia dan tentunya ideal adalah impian bagi setiap orang.


Penyakit tidak menular sendri diprediksi akan terus naik, seiring dengan pola makan masyarakat yang saat ini begitu buruk kondisinya. Tidak menular bukan berarti tidak berbahaya, karena dampaknya untuk diri sendiri itu sangat berbahaya, contoh penyakitnya seperti Hipertensi, Obesitas, Stroke, Diabetes Melitus, penyakit Jantung Koroner, hingga Gagal Ginjal Kronis dan Kanker yang justru akan menggerogoti tubuh kita, untuk kita harus atur kesehatan diri kita mulai saat ini, dan tentunya semua berawal dari keluarga.

dr Lily S Sulistyowati, MM
Permasalahn kesehatan di Indonesia bisa kita kenal dengan sebutan TRIPLE BURDEN, diantaranya Transisi demografi yang bisa kita lihat dengan meningkatnya penduduk lansia saat ini, Penyakit Tidak Menular (PTM) yang juga mulai naik, dan permasalahan Penyakit Menular seperti AIDS, TB, Malaria, dll. Penyakit tidak menular justru lebih banyak menyerang anak muda dibandingkan orang tua saat ini, kenapa? Seperti yang saya bilang tadi, karena pola makan, lifestyle yang kurang baik dan tak diimbangi dengan olahraga, hingga pada akhirnya timbul ciri pertama sebuah penyakit yaitu kegemukan.


"Sebenarnya orang kita itu pintar, hanya kurang mengerti akan hal ini, ada yang mengerti namun tidak peduli" kata dr Lily, melihat perkembangan teknologi yang semakin pesat dan membuat seseorang 'mudah' melakukan segalanya yang pada akhirnya mager, malas gerak, dan biasanya itu sulit untuk dilawan. Ada 4 faktor resiko penyebab Penyakit Tidak Menular semakin meningkat belakangan ini, diantaranya kurangnya aktivitas fisik, makanan yang tidak dikontrol, kebiasaan merokok, dan alkohol. Hingga pada akhirnya semua kembali pada pribadi masing-masing, mau sehat atau tidak.

Pemerintah tak hanya diam loh dalam hal ini, melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS), yang bertujuan untuk menjaga kesehatan sehingga produktifitas masyarakat menjadi lebih baik, serta membuat lingkungan menjadi bersih dan pada akhirnya biaya untuk berobat pun berkurang. “Sehat itu harus direncanakan, harus diciptakan, harus diimplematasikan, sejak dalam kandungan hingga masuk liang lahat” tegas dr Lily, seperti sedia payung sebelum hujan saja, tentunya GERMAS mengajak masyarakat untuk mulai peduli terhadap diri sendiri dan lingkungan melalui pendeteksian dini dan juga penyuluhan-penyuluhan kesehatan.

PENTINGNYA AKTIVITAS FISIK UNTUK ANAK MUDA

   Bukan egois, tapi benar adanya jika semua harus kembali pada pribadi masing-masing, saat ini anak muda lah yang memiliki resiko besar terkena penyakit tidak menular karena cukup dekat dengan dampak buruk perkembangan teknologi yang pada akhirnya membuat semua menjadi mudah dan kita malas bergerak. "Kalau bisa mudah, jangan dipersulit" kata Dr Michael Triangto, SpKO, seperti yang saya bilang tadi kalau olahraga memiliki tingkatannya masing-masing dan untuk tiap individu itu berbeda-beda, Menurut Dr. Michael, olahraga itu tak perlu dilakukan dengan biaya mahal dan ribet, cukup menggunakan barang-barang yang ada disekitar kita saja, apalagijika melihat alasan anak muda sekarang jarang berolahraga adalah 'tidak punya waktu'.

“Olahraga harus sesuai dengan kemampuan kita, dan niat!" ujarnya, kalau mau gaya hidup sehat, kita harus seimbang dari makanan, aktivitas, hingga pola berpikir, itulah yang sebenarnya dibutuhkan anak muda saat ini, dimulai dari diri sendiri kita harus mengubah pola berikir “saya ingin sehat, dan harus hidup sehat”. Ada 4 dasar olahraga yang harus kalian tahu dan taati jika ingin mendapatkan hasil yang maksimal, yang pertama adalah BAIK, olahraga yang kita lakukan harus sesuai dengan kondisi kesehatan kita, kita harus tahu bagian tubuh mana yang memiliki problem, dan kita hindari olahraga yang berhubungan langsung dengan organ tsb, cari olahraga lain agar kita tetap aman dan nayamn saat berolahraga.

Selanjutnya lakukan dengan BENAR, sesuai prosedur yang ditetapkan, dimulai dari peregangan pemanasan, olahraga inti, pendinginan dan kembali ke peregangan, langka-langkahnya harus sesuai. Setelah itu TERUKUR, olahraga itu  harus ada programnya, bukan kegiatan yang sembarangan. Dan yang terakhir adalah TERATUR, lakukan secara berkesinambungan, tiga sampai dua kali seminggu dan berikan jeda untuk istirahat, jangan terlalu memaksakan karena hasilnya akan kurang baik.

Dr. Micheal Triangto, SpKO
Di awal tadi saya sudah menyinggung bahwa olahraga dan aktivitas fisik itu berbeda, simple nya sih aktivitas fisik itu adalah bagian kecil dari olahraga, dan kurangnya aktivitas fisik juga lah yang membuat anak muda sekarang bisa tekena penyakit tidak menular. Rutinnya beraktivitas fisik tentunya dapat menimbulkan banyak manfaat, diantaranya mencegah penyakit, meningkatkan stamina, menguatkan hingga menyehatkan, meningkatkan fleksibilitas, mengontrol berat badan dan yang pasti mengingkatkan kualitas hidup kita, lebih berarti pokoknya. Alasan anak muda sekarang hanyalah "tak ada waktu" padahal mereka akan menyesal jika nanti sudah terkena penyakitnya.

Aktivitas fisik sebenarnya tak seribet olahraga, bisa kita lakukan saat berativitas sehari-hari seperti melakukan sendiri pekerjaan rumah, berkebun, membersihkan halaman, bermain atau pun mengasuh anak, intinya buat tubuh kita bergerak seaktif mungkin. Di tempat kerja juga bisa kita lakukan dengan memilih anak tangga dari pada lift serta memanftaakan kursi untuk melakukan olahraga ringan, atau di tempat umum dengan lebih memilih berjalan kaki atau menggunakan sepeda untuk pergi ke kantor atau sekolah jika jaraknya cukup dekat dan melakukan olahraga kecil seperti senam yang bisa memanfaatkan RPTRA.


Contoh aktivitas fisik yang bisa kita lakukan dengan kursi
Dan jika kalian mau olahraga, aktivitas fisik dan kegiatan yang 'kekinian' dalam satu paket, bisa loh join di Indo Runners yang awalnya hanya sebuah komunitas namun saat ini sudah memiliki lebih dari 100 ribu member yang tersebar di 50 cabang di seluruh Indonesia. Tak hanya berlalri saja tapi Indo Runners mengajarkan kepada masyarakat kalau lari itu hal yang menyenangkan, buat lintasan lari sebagai runway bak model. Mas Yomi Wardhana selaku Co-Founder merasa bersyukur lahir lebih awal dari kita, menurutnya permainan dulu memberikan banyak manfaat dan membuat ia aktif bergerak,tak seperti sekarang ini yang hanya duduk saja. Saya setujum untungnya saya masih ingat betapa indahnya tahun 90an dulu, petak umpet, bentengan, galaksin, tak jongkok, dan masih banyak lagi permainan yang membuat saya berlari, keringetan, ketawa dan mengenal tetangga satu sama lain.

R.J Yomi Wardhana
“Ini kami harap bukan sebuah trend, tapi sebuah budaya di Indonesia” kata Mas Yomi, Indo Runners adalah contoh healthy lifestyle yang memiliki banyak dampak positif, saling mendekatkan banyak orang dan membuat berlari menjadi menyenangkan jika dilakukan bersama-sama. Saya juga sering mengikuti fun run seperti color run, night run, dan 5k or 10k run, bukan marathon namun kalian wajib coba mengikuti event lari seperti itu, sungguh menyenagkan.

Indo Runners pun sering diajak join dalam event pemerintahan yang membuktikan bahwa pemerintah mulai melirik banyak komunitas ataupun organisasi sosial untuk melakukan perubahan bersama, semua kembali lagi pada mindset kita ingin sehat atau tidak, karena faktanya sudah banyak fasilitas yang coba ditawarkan oleh pemerintah mulai dari Car Free Day, pembuatan Ruang Terbuka Hijau, hingga event-event olahraga besar, bahkan pemerintah memberikan formula sehat yang simple dan mudah sekali untuk diingat, yaitu CERDIK.

  • Cek kesehatan berkala
  • Enyahkan asap rokok
  • Rajin aktivitas fisik
  • Diet seimbang
  • Istirahat yang cukup
  • Kelola stres

PERAN KELUARGA SAAT INI!

   Dan tak lupa juga peran keluarga dalam hal menjaga kesehatan ini, harus mulai ditanamkan sejak dini berbagai aktivitas fisik karena seperti yang kalian tahu permainan tempo dulu sudah mulai hilang untuk sebagian besar keluarga di ibu kota. Anak kecil sekarang kebanyak beraktivitas di dalam otaknya, duduk dan hanya main games di komputer atau smartphone, bahkan terkadang sibuk banget dan kebanyak les, pulang sekolah les ini lah itu lah sehingga tak ada waktu untuk tubuhnya bergerak aktif.

Dalam hal ini yang amat berperan ada ibu, sosok yang pertama kali anak kenal. Pola asuh nya pun harus sesuai karena belakangan ini banyak kesalahan yang dilakukan orang tua saat mendidik anaknya, menurut dr Lily ada 3 kesalahan orang tua dalam memberikan gizi atau contoh gaya hidup pada anak, yang pertama yaitu tidak memberikan anak kesempatan untuk eksplore lebih banyak makanan saat kecil, karena biasanya orang tua saat ini maunya simple dan memberikan makan anak yang bungkusan dan tinggal diseduh saja. Yang kedua yaitu memaksakan anaknya untuk makan banyak, padahal kenyang tidak perlu fisik yang gemuk, berusahalah percaya jika akan berkata "kenyang". Dan kesalahan yang terakhir yaitu orang tua yang tak bisa memberikan contoh gaya hidup sehat kepada anaknya, banyak orang tua yang merokok bahkan minum alkohol di depan anaknya yang membuat ia mencontohnya karena pada dasarnya anak kecil akan mengikuti apa yang orang tua nya lakukan.

Untuk itu, perlu adanya pemahaman gizi yang seimbang untuk anak hingga mengajak anak bersahabat dengan makanan sehat dan alami, juga mengajaknya keluar rumah untuk memperkenalkan alam dan aktivitas fisik jika akan sudah mulai tumbuh, bisa berjalan ataupun berlari. Bahkan saya sering loh melihat anak-anak yang diajak lari pagi sama orang tua nya, dan itu adalah contoh yang tepat, apalagi sekarang sudah banyak fasilitas ruang terbuka hijau dan ramah anak, jadi gak ada alasan dong buat tidak memilih hidup sehat bersama keluarga.



You Might Also Like

0 comments