Saya, SoMan, Serta Khasiatnya Di Jakarta

5:12:00 PM

"Kolestrol nya 215", wanjir! syok seketika, saya yang berbadan kurus ini memiliki kolestrol yang melebihi batas 'gawat' saat tes di acara Blogger Day 2017 yang digagas Blogger Crony beberapa waktu lalu, apa yang saya lakukan saat itu? merenung, "apa yang saya lakukan selama ini, bagaimana bisa?" dan akhirnya saya mengambil kesimpulan, pola makan saya yang tak beraturan membuat angka 215 muncul di indikator, sambil menatap langit-langit kamar, saya teringat SoMan, si kecil berwarna ungu yang baru saja saya kenal sore tadi. 


   Kalau kalian membaca tulisan saya sebelumnya (harus baca sih) kalian pasti tahu bagaimana saya bisa bertemu dengan SoMan, tak ada yang spesial, namun saat memperkanalkan diri, SoMan sudah mulai ‘memamerkan’ keunggulannya, bayangkan saja bagaimana bisa 39 bahan baku menjadi satu formula yang khasiatnya mendapatkan predikat ‘TERBAIK’ diantara obat sebangsanya. Tapi jangan salah, saya tak langsung percaya meskipun menaruh harapan besar pada SoMan untuk menurunkan kadar koletrol yang ada di ‘hidup’ saya, dan seingat saya sebelum tidur selepas acara Blogger Day 2017 by SoMan waktu itu, saya hanya meminum 3 tetes SoMan yang dicampur dengan air dalam satu cup ice cream kondangan, itu pun tak terisi penuh, sedikit sekali bukan?

Hari kedua Blogger Day 2017 by SoMan adalah tes kebugaran, sesuai jadwal, saya harus bangun sebelum jam 6 pagi agar tak terlalu kesiangan untuk lari pagi, maklum lah ya, belakangan ini saya bahkan kebanyakan dari kita lari pagi hanya sebatas niat, contohnya CFD, lari 20% sisanya belanja hingga foto-foto, hehe. Tapi tidak untuk pagi itu, setelah pemanasan saya siap untuk berlari, kalau tidak salah 11 putaran untuk standar umur saya. Dengan sangat lelah selesai lari saya masih berpikir “apakah hanya dengan olahraga yang saya lakukan seminggu sekali ini bisa membuat kolestrol saya turun?” yang kemudian dijawab oleh pikiran saya yang lain “tentu bisa, asalkan teratur dan konsisten melakukannya”, dijawab lagi sama yang satunya “kalau tidak teratur bagaimana?” dan itu menjadi pertanyaan nyata buat saya, kalau tak teratur bagaimana?, hiks


***

   Keseruan Blogger Day 2017 berakhir ketika angkot hijau khas bogor mengantar kami kembali ke Stasiun Bogor untuk pulang ke rumah masing-masing, hujan, deras banget saat saya sampai disana, masuk kereta semakin dingin dengan pakaian yang basah kuyup menjadikan saya yakin akan disapa oleh demam keesokan harinya, penyakit receh yang menyiksa itulah demam (selain sariawan, pilek, sakit gigi, jerawat, korengan dan kulit teriris, bukan hati loh, hehehe).

“fix, kayaknya saya harus nyoba minum SoMan secara teratur deh, sayang kan sudah punya tapi tak dikonsumsi”

Kira-kira seperti itulah ‘nazar’ saya sebelum tidur sambil meneteskan SoMan ke air putih, saya niatkan cukup 5 tetes sebelum tidur. Pukul setengah 5 subuh keesokan harinya mata saya terbuka, mungkin karena tidur sebelum jam 9 malam kali ya, tapi saat meregangkan otot-otot (dibaca ngulet) pegal-pegal yang tadi malam sempat terasa sudah hilang, beranjak dari kasur menuju Masjid pun terasa menyenangkan pagi itu, seakan energi full lagi, seperti paket data yang habis diperpanjang, kenceng lagi. Awalnya sih saya berpikir itu hal yang biasa karena saya tidur dengan rasa lelah yang maksimal, tapi badan saya seakan lebih sehat kala itu.

Sesuai jadwal (kayak artis ajah), jam 10 saya harus sudah ada di sebuah lokasi acara (bukan syuting loh) dan yang saya bayangkan kemarin tak terjadi, deman hanya sampai dipikiran saja, saya justru tampak lebih sehat. Sambil menunggu kereta saya mencoba mengingat obat apa yang saya minum kemarin, tak ada, hanya 5 tetes SoMan sebelum tidur, meskipun saya dengar dengan jelas paparan dr Grace saat itu “SoMan bekerja lebih dari sekedar obat” tapi masa iya baru minum 2 x sudah terasa khasiatnya? Eh, tapi bisa saja sih, Spiderman aja digigit sekali bisa jadi super, jleb.




SoMan, dan pertanyaan “Apa itu?”

   Hari berikutnya sama seperti kemarin, saat subuh saya sudah memiliki kekuatan untuk mulai menulis, bahkan tampak lebih fresh ketika narsis berada di depan kaca dan mulailah bibit kepercayaan saya kepada SoMan sedikit bertunas, saya mulai memasukan si kecil berwarna ungu ini ke dalam tas dan membawanya untuk saya konsumsi secara teratur, tapi bukan untuk menurunkan kolestrol lagi loh, kalian tahu mengapa saya sudah tak memikirkan hal itu lagi? Mungkin alasan yang sama seperti resolusi awal tahun, dengan sendirinya tiba-tiba menghilang. Hehe

“Ris, itu apaan” lebay teman saya berkata
“SoMan gitu loh” ledek saya ala-ala berkata “So what gitu loh” ngertikan?
Berinisiatiflah saya untuk menanyakan tentang SoMan kepada teman-teman saya kala itu, dan semua jawabannya “Apa itu?”, hiks, saya merasa menjadi orang yang tahu akan sesuatu yang baik tapi menjadi minoritas, gak enak banget.

“lebih baik langsung praktek deh, nih cobain” sambil saya teteskan di minuman mereka, bahkan di teh manis, karena SoMan juga bisa loh dicampur dengan teh
“akh, apa sih nih ada-ada aja”
“udah cepet minum”
“gak ada rasanya”
“keren kan? Obat tapi gak ada rasanya, heheeh”

Ini adalah salah satu keunikan SoMan, dan saya baru ingat bahwa SoMan justru masuk kedalam kategori jamu tetes, bukan obat, bahkan kerjanya lebih dari obat. Hal ini juga merupakan keunggulan, karena SoMan dipastikan juga bisa untuk anak-anak dalam meningkatkan kesehatannya, kalian pasti tahu kan anak-anak takut minum jamu atau obat, alasannya warna yang aneh dan rasa yang pahit, nah SoMan berbeda banget, orangtua jadi tak perlu takut kalau anak-anak main di alam bebas karena imun dalam tubuhnya pasti sudah semakin kuat dan berkembang.

Okay, cukup membicarakan orang lain lagi, focus on me!

SoMan kembali memberikan pengaruhnya, meskipun saya akui di Jakarta kurang terkenal, dan saya pribadi memang tak melihat spanduk-spanduk di warung ataupun di pinggir jalan, tapi ternyata SoMan justru 'nongol' di Malang saat saya singgah disana, di pinggir pantai, dan yang lebih gokil lagi SoMan sudah Go Internasional loh, saat mencari tahu lebih dalam lagi tentang SoMan saya justru mendapati berita yang membanggakan, melalui akun instagramnya @somanindonesiaofficial, SoMan sudah berada di dubai untuk sebuah acara kesehatan, waw!.

Ini bukan sebuah permainan sugesti, tapi sebuah pembuktian, tak salah jika SoMan mendapatkan label ‘TERBUKTI’, karena faktanya, dalam pembuatannya SoMan memang sudah melalui tiga tahap pengujian, Uji Kandunga, Uji Toksisitas, hingga Uji Klinik Diabetes yang hanya dilakukan oleh SoMan saja, sungguh TERUJI dan TERPERCAYA. I love it




SoMan, Dan Khasiatnya Yang Semakin ‘Berasa’

   Hiruk pikuk kota jakarta membuat perut ini hanya memiliki dua pilihan, lapar atau tidak, dan kemudian memutuskan untuk mengkonsumsi makanan yang kita inginkan tanpa memikirkan kesehatan dan kandungan di dalamnya. Itu dulu, sekarang saya berusaha mengontrol itu semua meskipun kadang kebobolan, namun saya menyeimbangkannya dengan mengkonsumsi SoMan, itu adalah pilihan terbaik yang saya miliki saat ini. 39 bahan alami yang diekstrak menjadi 1 formula dalam botol kecil berwarna ungu ini nampak berhasil menyatukan unsur-unsur dalam negeri dengan tekhnologi yang semakin mutahir dengan menggunakan Bioteknologi modern sebagai metode pembuatannya.  

Permasalahan kaum urban selalu berkutat pada pola makan, gak pernah jauh!, apalagi gorengan saat hujan, siapa sih yang bisa nolak. Solusinya pasti dengan mengkonsumsi vitamin, supplement atau obat-obatan, kalau secara terus menerus pasti gak baik donk, bisa ketergantungan, ieuh. Saya pribadi memilih SoMan saat ini, khasiatnya yang all package membuat saya tak perlu meminum jenis supplement yang beragam, cukup 5 tetes SoMan. Badan terasa lebih bertenaga, otak lebih fresh dan menjaga kesehatan semakin simple. Coba deh

'Haloo Tangga Stasiun Manggrai.....'

Bete!, sumpah, sekarang Stasiun Manggrai sudah memiliki tangga penyebrangan sendiri, meskipun itu baik untuk mengirit waktu, jadi para pengguna yang ingin menyebrang tak perlu menunggu kereta yang 'ngetem' cukup lama, apalagi kalau ada kereta luar kota, beuhhh nunggunya bikin mules. Tapi jujur, saya melewati tangga trowongan di Stasiun depok saja cukup lelah, eh di tamba Stasiun Mnaggrai, fix terlihat umur semakin tua, wkwkwkw, tapi untunya setelah mengkonsumsi SoMan secara rutin, alhamdulillah tak terlalu berasa lelah, apalagi di kereta habis 'dempet-dempetan' kayak ikan pepes, hehhe. Itu sih yang paling saya rasakan saat mengkonsumsi SoMan belakangan ini, badan terasa lebih berenergi serta gak gampang sakit, imun tubuh lebih kuat, cocok deh buat kalian yang tiap hari 'pacaran' sama transportasi publik, apalagi kalau terkena polusi, kadang tiba-tiba pusing dan mual kan? nah itu karena imun tubuh kalian lemah, lemah banget malah wkwkw.


Oh iya, sepanjang mengkonsumsi SoMan saya juga merasa lebih lahap makan, doyan makan banget, tapi tetap saya selalu ingat untuk banyak minum air putih, diteteskan SoMan pastinya. Apah? takut perut gak cocok? mungkin sih, beberapa orang yang meminumnya memang memiliki efek samping, saya juga demikian, rasanya beberapa kali ingin buang air kecil terus-menerus, namun saya merasa itu wajar karena SoMan pasti melakukan detoksifikasi, tentunya membuang racun-racun dalam tubuh, dan kalau tak dibuang melalui air seni, mau dari mana lagi?



'Haloo Kalian Semua....'
"awas! cerita ini mungkin sedikit lebay, tapi inilah yang saya rasakan" - Riyardi Arisman
Acara Blogger Day 2017 memang memberikan banyak ilmu buat saya, namun apalah hasilnya jika tak dipraktekan, benarkan? untuk itulah saya berusaha melakukan tips-tips yang diberikan para narsum waktu itu (bisa kalian baca disini), salah satunya percaya diri, yeahhh...

   Saya masih tersenyum saat mendengarkan cerita di suatu acara siang itu, selesai acara pasti kita sempat bertemu dengan banyak orang, sekedar tegur sapa bahkan terkadang ngobrol panjang dan ngalor-ngidul, dan tiba-tiba kalimat itu terucap dari teman saya, "lo sekarang beda ya ris, lebih ceria, senyum terus, giginya lebih putih lagi!", uwow, dalam hati saya merasa tersanjung meskipun berpikir "jangan-jangan itu sindiran", tapi ternyata tak satu orang yang berucap demikian, sampai-sampai saya kembali narsis dan melihat di kaca, benar sih gigi saya lebih putih tapi sepertinya efek lampu wkwkw. Meskipun demikian, SoMan juga memberikan pengaruh loh pada mulut, membuat nafas segar karena mengandung Apel Malang yang ada kandungan taninnya, dannn membuat kita jauh dari jerawat dengan kandungan antioksidan yang tinggi di Belimbing Wuluh dalam SoMan.

Mata juga, duh hampir lupa, belakangan saya lagi suka nonton YouTube tiada henti, membuat mata lelah, sumpah kadang perih gitu..., nah saya merasa SoMan cukup membantu loh membuat mata saya segar, meskipun efeknya memang terasa saat kita meminumnya terlebih dahulu, saya bisa menonton lebih lama dari biasanya, wkwkw. Saya merasa semua kembali pada energi tubuh yang dihasilkan SoMan, karena efek itu yang paling saya rasa yang kemudian menyadarkan saya bahwa banyak pengaruh dan perubahan positif lainnya terjadi di badan saya.


Untuk beberapa pria, mungkin tak terlalu memikirkan khasiat-khasiat kecil yang terjadi, namun ketika hidup di Ibu Kota saya merasa justru hal kecil lah terkadang yang memberikan pengaruh untuk jangka waktu lama, itulah yang saat ini dicari kaum urban, karena yang instan kadang 'mengerikan'.


Eh, lupa, ini juga sih salah satu penilaian saya saat memilih salah satu hal yang saya percaya untuk kesehatan, apalagi saat membicarakan kekebalan tubuh yang merupakan prisai terdepan dalam kesehatan kita, tentu harus yang praktis donk, kayak SoMan ini, bentunya yang kecil pas banget buat dibawa kemana-mana, gak ribet, iyakan hehehe.


Yawlohhh, demi dewa-dewa, saya belum kasih tau ya kalau mau beli SoMan dimana? Gampang banget loh, meskipun jarang terlihat di Jakarta, kalian bisa temukan si kecil berwarna ungu ini di smartphone kalian! cukup buka aja LAZADA.CO.ID atau Klik disini ya, gak ribet kan!

Fore more info bisa cek di :
www.somanindonesia.co.id
Fanpage Facebook 'PT SOMAN INDONESIA' 

You Might Also Like

2 comments

  1. Gue mau coba buat nyokap nanya beberapa blogger bagus dan aman 😊

    ReplyDelete
  2. lahhhh sama kaya mbak yayat nih, proses detoxnya jadi sering buang air kecil. tetap sehat mase.

    ReplyDelete