'TURN BACK HOAX' Yuk Cerdas Bermedia Sosial !

10:57:00 PM

"HOAX, adalah upaya pemutarbalikan fakta, melalui proses pembacaan dengan informasi yang meyakinkan, tetapi tidak dapat diverifikasi"

-#StopHOAX-


Pernah dapat Broadcast Massage atau link berita aneh atau pesan berantai yang meragukan ?

Apa yang kalian lakukan ?

Sebagian, bahkan banyak orang pasti meneruskannya ! kenapa ? 

   Sebuah pertanyaan besar hadir ketika membicarakan berita hoax / bohong yang sering masuk ke dalam smartphone kita, entah siapa yang mulai tapi yang pasti kita (pribadi) bisa menjadi penghenti berita tersebut. Namun, mungkinkah berita itu justru benar adanya ? pasti hal tersebut juga hadir dipikiran kita, ditambah kemudahan yang biasa kita kenal dengan istilah 'copas' membuat kita nyaman, tak capek dan meneruskannya tanpa berpikir panjang. Mungkin hal ini akan kembali pada pribadi masing-masing, dari perspektif yang berbeda 'cerdas' menyikapi hal tersebut amatlah penting apalagi pemberitaan hoax tersebut bisa berujung fitnah bahkan hasut, untuk itu perlu dilakukan sebuah pendeteksi untuk menyikapinya, caranya :

  1. Cross check judul berita provokatif. Tak sedikit berita yang muncul di link broadcast / Internet menggunakan judul yang cukup provokatif. Indonesia sebagai pengguna media sosial yang cukup aktif harus melakukan cross chek berita tersebut terlebih dahulu, bisa menggunakan google untuk memastikan apakah berita itu benar atau tidak, dan usahakan untuk memeriksa berita yang berkaitan pada situs berita lainnya agar kita memiliki lebih dari satu sumber sehingga kita bisa memperoleh kesimpulan yang lebih berimbang dari beberapa sudut pandang.
  2. Perhatikan alamat situs web. Perlu diperhatikan media yang membuat berita tersebiut, jika yang membuat situs 'abal-abal' yang tak terdaftar dalam Dewan Pers, maka kita sebaiknya lebih berhati-hati mempercayainya. Meskipun demikian, situs yang masuk dalam dewan pers juga belum tentu beritanya semua benar, permasalahannya hanya pada sudut pandang tertentu, namun secara umum media resmi lebih kredibel karena memiliki standar jurnalistik, mengikuti pedoman pemberitaan media siber dan dapat dilaporkan pada dewan pers jika melakukan pelanggaran. Caranya? untuk menanggapi hal ini, dalam waktu dekat dewan pers akan memberikan barcode untuk media-media yang sudah terverifikasi sehingga memudahkan masyarakat untuk membedakan media resmi dengan 'abal-abal' yang kerap menyebarkan berita hoax tersebut. Barcode tersebut akan ditempelkan pada media cetak dan online agar bisa dipindai dengan smartphone yang akan terhubung dengan data dewan pers, dengan memindainya pembaca bisa melihat informasi seputar media yang bersangkutan, berupa alamat redaksi hingga pimpinan redaksi.
  3. Cek fakta. Selain alamat web, fakta berita juga harus kita perhatikan, jika sumber informasi berasal dari sumber yang otoritatif misalnya KPK, Polri atau Instansi Pemerintah lainnya maka itu termasuk pernyataan resmi. Namun jika informasi berita tersebut berasal dari ormas, tokoh politik ataupun pengamat, kita harus mengambil sikap jangan langsung percaya. Dalam hal ini perlu diperhatikan keberimbangan dalam berita, apakah memuat satu sumber dan berkesinambungan dengan sumber lainnya dengan mengunggulkan fakta, bukan opini karena kedua hal tersebut berbeda. Fakta adalah peristiwa yang terjadi dengan kesaksian dan bukti. Sedangkan opini adalah pendapat dan kesan dari penulis berita. 
  4. Cek foto. Selain membaca tulisan, pasti kita selalu memperhatikan foto / video yang ada pada sebuah berita, bahkan kita mungkin tak membaca, hanya melihat gambar kemudian membuat persepsi sendiri, kalian tentu pernah bukan? untuk itu, kita juga perlu melakukan pengecekan akan foto tersebut, caranya, download / screenshot foto di artikel itu, buka google images di browser kemudian drag foto tersebut ke pencarian, periksa hasilnya untuk mengetahui sumber dan caption asli foto tersebut.
  5. Langganan fanpage anti-hoax dan ikuti group diskusi anti hoax. Untuk orang yang suka berselancar di dunia maya, pasti kalian tahu donk kalau sekarang sudah ada beberapa fanpage dan group diskusi anti hoax di facebook, berbagai pembahasan klarifikasi terhadap berita hoax yang beredar sering dibahas dan diulas kebenarannya. Dengan model crowdsourcing yang populer, orang bisa mendapatkan jawaban secara efektif dengan ikut serta dalam group tersebut.

Jika kalian berpikir hal diatas sedikit menyita waktu, namun cobalah pikir dampak kedepannya. Smartphone bagi generasi milenial adalah hal yang tak terlepaskan, untuk itu pandangan kedepan akan tujuan dan fungsi penggunaannya harus kita coba tempatkan pada posisi yang tepat.


KAMPANYE ANTI HOAX AJAK MASYARAKAT PERANGI HOAX

   Tindakan nyata telah dilakukan pagi (8/1) tadi di kawasan car free day yang berpusat di depan gedung BCA Tower, Jalan MH Thamrin, masyarakat mulai memadati lokasi tersebut saat panggung utama telah berdiri, hentakan musik mulai terdengar dan barisan telah terbentuk, senam pagi siap dimulai sebagai acara awal dari rangkaian acara "Deklarasi Masyarakat Jakarta Anti Hoax" cerdas dan teliti dalam berbagi informasi. Beberapa artis juga terlihat meramaikan acara tersebut, diantaranya Olga Lydia dan Giring Nidji, selain deklarasi, acara tersebut juga akan memutarkan video tentang hoax, games tari-tarian serta lomba foto instagram dengan hastag #JKTTurnBackHoax.

"Banyak informasi hoax yang viral di sosial media kemudian memicu keributan bahkan merembet menjadi kerusuhan fisik. Hal ini bukan saja menghabiskan energi, namun juga berpotensi menggangu keamanan nasional" ujar Septiadi Eko Nugroho selaku ketua Masyarakat Indonesia Anti Hoax. Ternyata acara ini tak hanya dilaksanakan di Jakarta saja, sosialisasi dan deklarasi seperti ini juga dilangsungkan di lima kota lainnya yaitu Surabaya, Semarang, Solo, Wonosobo dan Bandung.

Olga Lydia sebagai salah satu Duta Anti Hoax  berfoto dengan salah satu pengunjung acara tersebut

Giring Nidji dengan baju bertuliskan "Hoax Saber" berfoto bersama salah satu pengunjung
Semakin siang, semakin ramai, jelas CFD memang salah satu cara yang terbilang cukup berhasil mengumpulkan massa untuk berbagi informasi selain mengurangi polusi udara. Pusat lokasi acara deklarasi selain ramai dengan berbagai kegiatan juga ramai dengan para masyarakat yang ikut berpartisipasi menuliskan harapannya pada latar putih yang sengaja dibuat oleh MAFINDO (Masyarakat Anti Fitnah Indonesia) selaku panitia acara, selain itu juga hadir Menteri Komunikasi dan Informatika Bapak Rudiantara yang saat ini memastikan seluruh jajaran kominfo ikut berperan aktif dalam berbagai kegiatan yang mengoptimalkan konten-konten positif sebagai Goverment Public Relation (GPR) yang merupakan program prioritas untuk memastikan masyarakat mengetahui apa yang dilakukan pemerintah dalam pembangunan. Basis kerja program tersebut adalah dalam pengelolaan informasi dan komunikasi yang berkelanjutan untuk memperoleh pemahaman dan dukungan publik terhadap berbagai program dan kebijakan pemerintah saat ini.

Para masyarakat yang sedang CFD ikut berperan aktif menyuarakan harapannya melalui tulisan

Pak Rudiantara, Menkominfo, saat diwawancarai awak media terkait acara Deklarasi Anti Hoax
Sosialisasi seperti ini diharapkan akan terus dilakukan agar masyarakat semakin sadar dan mau terjun dalam memerangi penyebaran berita-berita yang belum tentu benar yang sekarang ini mudah sekali tersebar hanya dengan status sosmed, broadcast massage ataupun gambar-gambar. Semua kalangan bisa menjadi Duta Anti Hoax jika mereka mau, dalam keluarga contohnya, kita bisa memulai perbincangan tentang topik hoax agar semua bagian keluarga mengerti dan paham. Tokoh lintas agama, aparat kepolisian juga turut aktif dalam hal ini, sosialisasi penyebaran bahaya hoax mereka lakukan dengan pendekatan dimasing-masing lingkungan kerjanya, bisa dari mulut ke mulut atau bahkan melalui sosial media agar pengikut/folowers mereka tahu akan informasi tersebut.

"Di beberapa daerah relawan Anti Hoax juga sudah cukup banyak" kata Pak Septiadji, beritanya bisa kita pantau di www.turnbackhoax.id sekarang juga.


Berita bohong hanyalah gejala. Penyakit sesungguhnya adalah kurangnya keinginan mencari bukti, bertanya, dan berpikir kritis - David Kushner

You Might Also Like

6 comments

  1. Replies
    1. Hehehe.. makasih kak... Jangan lupa ya ! Stop hoax hehehe

      Delete
  2. Setuju banget!! No Hoax, terkadang banyak masyarakat kita kurang smart dan percaya saja berita hoax ��

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener bgt ! Paling bete Kalo dpt berita kaya gitu, nyampah doank..

      Delete
  3. apalagi kalau berita..bikin stress..banyak bikin komentar oedas..mending skip..
    mendamaikan hati..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, bikin dosa aja. Mending juga nulis yak...Hehehe

      Delete