Tips Jadi Content Creator ‘Berbayar’ Ala Riyardi Arisman

3:59:00 PM

Pertanyaan yang hampir tak pernah absen ketika saya bercermin, “Seberapa sukses diri lo saat ini? Udah segini aja?”. Saya merasa, saat itu saya berada di garis tengah antara rasa syukur dan ambisius. Keputusan yang cukup sulit untuk memulai hari. Dan kalau diingat, saya banyak meninggalkan hal-hal menyenangkan yang dulu sempat saya rasakan. Setidaknya saya pernah merasakan, positifnya demikian.


Saya punya pertanyaan, dan orang di sekitar saya seakan punya jawabannya. Terdengar seperti judgment, apalagi saat kalimat, “Wah, udah sukses ya sekarang lo, kalau gw liat di IG lo”. Dan biasanya saya bahagia, sekitar 3 menit dalam perbincangan dengan orang tesebut, branding yang saya lakukan berhasil.

Sebagai pekerja serabutan di dunia maya, di mata orang sekitar saya cukup berhasil. Nampaknya mereka melihat dari foto-foto bahagia di Instagram saya. Kalau kalian tanya saya langsung, saya pasti menjawab dengan kalimat merendah. “Akh, biasa ajah”, sambil menangis betapa lelahnya hidup ini. Kalian pasti tak suka ekspresi wajah saya kala itu. Dan melalui tulisan ini, saya ingin menceritakan proses yang saya lalui. Bisa jadi, ini juga tips dari saya jika kalian ingin menjadi content creator, apapun medianya, dan menghasilkan uang.

1. Main Sosmed!

Content creator untuk saat ini tentu berhubungan erat dengan dunia maya, dunia digital, serba online. Dan tentunya kalian harus masuk ke dalamnya. Caranya? tentu dengan membuat akun. Yang menurut saya wajib, kalian harus punya Facebook, Instagram, Twitter, Blog (Bisa Blogspot, Wordpress, atau kalau mau semakin banyak di Google bisa buat juga di Kompasiana, Kumparan, dll)

Tapi, maksud saya ‘Main Sosmed’ adalah beneran main sosmed. Merasakan betapa nikmatnya bermain Twitter tanpa berpikir berapa banyak orang yang merespond atau mengupload foto Instagram tanpa rasa panik menghantui jikalau likenya dikit, kalian harus merasakan hal itu dulu sebelum berpikir akan mendapatkan uang dari sosmed.

Ada yang namanya proses, dan menurut saya bermain sosmed dengan sebenar-benarnya adalah pondasi awal ketika kita ingin mendapatkan uang dari sana. Saat di mana kita membuka sosmed tanpa berharap apapun. Percayalah, kalian wajib merasakan hal ini karena bisa jadi kalian akan kehilanagn moment ini secara perlahan. Seperti yang saya alami

2. Berteman dan Berkomunitas

Kalian akan bertemu dengan banyak orang yang punya segudang karakter, dan akan membuat kalian terdiam, bingung dan ingin tertawa, hingga marah mendekati murka. Tak bisa saya ceritakan dengan detail, tapi saya semakin merasakan hidup ketika memutuskan untuk mencari teman dari kegiatan bersosial media.

Bukan hanya sebatas dunia online, tapi teman-teman yang kita folow juga banyak yang hadir di dunia nyata, dan menjadi beneran teman, tempat curhat, canda-tawa hingga gibah, membicarakan dunia yang sama-sama dijalani. Sisi bahagia dari sebuah perbincangan.

Setelah saya bermain sosmed, saya bertemu mereka. Dan kemudian mereka mempertemukan saya dengan mereka yang lain, dan membuat saya meniggalkan mereka yang lain juga. Kadang hidup hanya soal meninggalkan dan ditinggalkan, benarkan. Saya rasa itu roda yang membawa saya sampai di fase menikmati undangan-undangan acara yang berbuah materi. Yang kemudian memberikan saya kesempatan untuk ‘menjual’ sosial media yang saya miliki. Rasa nikmat sekali saat itu. Di tahap itu juga, langkah selanjutnya adalah bergabung dengan komunitas-komunitas, memperluas pertemanan dan belajar.

Terus, bagaimana cara mencari teman/komunitas yang tepat? Menurut saya, untuk pemula, bukan saatnya mencari yang tepat, tapi mencari yang akan mengenal dan kita kenal. Saya rasa, komunitas blogger adalah jalan yang tepat, satu paket karena tak hanya menulis tapi mengelola media sosial.

3. Terus Belajar

Selanjutnya adalah terus belajar, bukan hanya belajar. Baagaimana bisa orang yang sudah bermain sosmed lebih dari satu tahun, kemudian sudah mulai mendapatkan uang dari sosmednya, tapi konten yang ia buat masih gitu-gitu aja. Cara lihatnya bagaimana? Coba scroll feed instagram kalian, apakah fotonya dari dulu sampai sekarang masih sama? Jika ia, artinya tidak ada proses ‘terus belajar; yang kalian lakukan.

Terus cara belajarnya bagaimana? Banyak banegt tipsnya di YouTube! Pakai saja keyword ‘cara ngedit foto seperti selebgram’, atau ‘cara editing foto dengan lighroom’.

4. ‘Sedikit Aja’ Punya Rasa Sombong, Ambisius, Kompetisi

Duh, sumpah saya enggak tau apakah ini tips atau sekedar curhat semata. Intinya, jangan terlalu banyak mengamalkan part ini.

Saya lupa kapan tepatnya rasa sombong hadir di dalam diri saya. Kadang suka, kadang tidak, tergantung dengan siapa saya berbicara. Sombong di part ini bukan sombong yang tak memiliki arti, sombong yang membuat saya harus terus membuat konten yang bagus, yang beda dari teman-teman ketika di event atau acara, buat yang berbeda dengan yang lain, sehingga ada cambuk yang membuat saya berpikir keras.

Di jalan yang benar, ambisi untuk membuat konten tersebut akan punya nilai jual tersendiri untuk berkompetisi di dunia sosmed yang makin banyak pemainnya. Tapi ingat, sombong, ambisius, dan kompetisi ini adalah peperangan di dalam diri kita, bukan dengan orang lain (kecuali jika ada orang yang mancing), dan harus kita balut dengan attitude yang baik agar tak disindir sama orang di status facebooknya.

5. Gabung di HIIP Indonesia

Bukan hanya terjun di dunai digital, tapi memahami yang terjadi dan yang akan terjadi ke depannya adalah cara yang cerdas bagi seorang content creator untuk mendapatkan uang. Dan gabung di HIIP Indonesia adalah langkah yang saya mabil.


Setelah sukses di Vietnam dan Thailand, sekarang HIIP hadir di Indonesia. Sebuah sarana baru dalam mempertemukan brand dan influencer. Kerennya lagi, HIIP menggunakan teknologi berbasis Big Data dan Artificial Intellegence (AI), sehingga brand bisa dengan tepat menemukan influencer yang cocok dalam waktu yang sangat singkat. Beberapa blogger atau influencer mungkin asing dengan HIIP, tapi siapa sih yang enggak tahu BP Network? Pasti tahu dong! Dan ketika HIIP berekspansi ke Indonesia, mereka memilih BP Network sebagai partnernya, kemudian jadilah HIIP Indonesia.

Saya selalu menerima dengan tangan terbuka kalau ada tawaran kerjaan dari BP Network, selalu menarik dan menguntungkan. Apalagi, baru 2 tahun beroperasi BP Network sudah punya track record yang gak bisa disepelekan, dan menjadi satu bagian management global dengan berkolaborasi bersama HIIP Asia adalah pilihan yang sangat tepat dalam mengembangkan sebuah ekosistem influencer lokal, yang mungkin akan memberikan kesempatan untuk menghubungkan influencer-inluencer tersebut ke brand internasional. Aamin, saya berharap sekali.

Mereka dibalik terbentunya HIIP Indonesia
Cara join ke HIIP Indonesia sangat mudah sekali. Tinggal download aplikasinya, kemudian kita tinggal mengisi data yang dibutuhkan dengan lengkap, dan setelah itu HIIP akan bekerja dengan sendirinya. AI pada HIIP akan bekerja dengan melihat followers kita, sesuai interest akun masing-masing. Sehingga project yang kita dapatkan sesuai. Dan enggak akan merusak feed buat kalian-kalian yang menjaga feed banget, hehe.

Tugas para influencer hanya posting doang! Karena setelahnya, HIIP juga akan emmbuat laporan dengan sendirinya, kita enggak perlu setor-setor link/impression lagi. Tugas para  influencer semakin mudah tentunya. Kemudian bicara soal fee/bayaran, yang di dapat influencer juga sudah dipotong pajak loh, sehingga membuat para influencer, buzzer, blogger, vlogger, bekerja dengan taat pajak. Info lengkap tentang HIIP kalian bisa langsung cek di www.hiip.asia/id sekarang juga.

Okay, dari saya , itu 5 hal yang membuat saya bisa berkembang dan ada di posisi saat ini, dan saya tetap ingin terus berkembang. Kalau kalian, ada gak tips atau cara yang khusus dari kalian untuk menjadi seorang content creator yang menghasilkan materi?

You Might Also Like

1 comments

  1. Aku udah download dan udah gabung juga. Semoga setelah ini aku bisa lebih banyak berkembang lagi. Doakan ya Bang.

    ReplyDelete