Liburan 'Dadakan' ke Bandung, 3 Tempat ini Akhirnya Saya Kunjungi!

6:59:00 PM

   

   “Sampai juga di Jakarta!”. Sejujurnya belum mau pulang, tapi saldo rekening berkata lain. Suasana sore Malaysia juga masih terasa di ingatan. Kalau tak salah, jam segini di Malaysia saya masih sibuk berburu foto dan makanan, haha. Senja di Bandara Soekarno-Hatta cantik sekali kala itu, bersanding dengan bangunannya yang selalu membuat ingin menjelajah. Tapi saya mulai lapar. Kebiasaan tidur pulas di pesawat selalu berujung sama, membuat saya harus berpindah dari Terminal 3 ke Terminal 2 yang punya banyak pilihan makanan.  

Alasan lainnya, karena saya betah naik Skytrain. Rasanya bangga, ditambah pemandangan bandara yang cukup menyenangkan, wajib kalian coba, gratis pula. Marugame Udon menjadi pelabuhan terakhir sebelum hari berganti malam. Sebagai anak mamah, abis magrib ajah harus dibilang malam, haha. Saya makan dengan sewajarnya. Dan tiba-tiba tersedak saat membuka catatan di smartphone. Tak lama kemudian, alarm berjudul ‘Meeting-Trip Bandung’ berbunyi. Seketika panik sambil mengunyah kriuk khas Marugame.

“Ampun! Lupa banget kalau besok pagi ada janji di Bandung”, ujar saya sambil mencari aplikasi untuk pesan transportasi ke sana. Sebenarnya, saya sudah memikirkan hal ini beberapa hari lalu, saat di Malaysia. Landing Jakarta kemudian langsung ke kosan naroh barang, dan lanjut ke Bandung naik kereta malam. Tapi beneran lupa, bahkan belum pesan apa-apa, itu kesalahan saya.

Untung perut sudah terisi, jadi bisa langsung berpikir. Tulisan ‘Transportasi Bandara’ di home aplikasi langsung menghipnotis. Pasti titik awalnya dari bandara, pikir saya. Dan benar, setelah diklik ada pilihan bandara dan area yang ingin dituju, dan memastikan saya tak perlu ribet lagi mencari titik tersebut. Tapi sebentar, tulisan ‘Kini Tersedia’ nampak lebih menggiurkan, ditambah dengan kalimat pendukung ‘Mudah menuju Bandung dari Bandara’. Aha! Ini yang saya butuhkan.


Xtrans, Solusi Cerdas CGK-Bandung!

Jari saya otomatis langsung ngeklik. Angka berwarna yang saya lihat benar-benar menjadi alasan tepat saya memilih cara ini. XTrans namanya. Transportasi yang sebenarnya sudah saya tahu sejak lama, tapi tak pernah saya gunakan. Dan ketika harganya diskon, dari 150k menjadi 135k, saya rasa ini waktunya saya menggunakan XTrans Bandara untuk sampai ke Bandung.

Harga yang murah dan terjangkau, saya rasa sudah terbukti. Kalau dipikir-pikir, jika saya pulang ke kosan dulu saya harus mengeluarkan uang 70k untuk KA Bandara, kemudian ojek ke kosan 10k, setelah itu ojek lagi ke stasiun 10k, dan kereta menuju Bandung 100k (jika masih ada, itupun harga ekonomi, Aliando pengennya eksekutif, hehe), totalnya 190K dengan waktu yang kejar-kejaran banget. Membayangkannya saja sudah melelahkan. Makanya, saya lebih baik pilih XTrans Bandara. Apalagi teman saya sudah bersedia menjemput dan menampung saya saat sampai di Bandung malam harinya.

Waktu pemberangkatan yang banyak dan fleksibel. Awalnya saya ingin buru-buru, tapi pas melihat jadwal armadanya, saya langsung jadi santai. Termasuk banyak, dan sampai malam. Setelah ketemu jadwal yang saya rasa cocok, saya langsung pilih dan bayar. Mudah banget. Kemudian, rute yang ditawarkan XTrans juga sangat strategis, dan langsung dekat dengan tempat yang ingin saya tuju. Bisa request juga loh. Jadi teman saya enggak perlu jauh-jauh menjemputnya, gak kesal-kesal banget deh nyamperin orang yang abis liburan tapi lupa beli oleh-oleh utnuk dia, haha.

Armadanya seperti ini ya...
Satu keunggulan lagi kalau kalian memesan XTrans via Traveloka itu bisa direschedule. Ya, kali-kali ada hal yang tidak diinginkan, yang membuat kalian batal pergi. Kerennya, reschedule tidak akan dikenakan biaya. Jadi menggunakan XTrans benar-benar untung. Tapi hari itu, saya 100% yakin menggunakan XTrans, penyelamat saya untuk ‘liburan lanjutan’ yang terlupakan. Setelah voucher terbit, saya langsung berjalan dengan santai menuju konter XTrans yang berada tepat di bandara, tinggal pilih mau terminal 1,2, atau 3, semua ada. Saya tunjukan, dan langsung bilang mau turun di mana.

Akhirnya bisa Lanjut ‘Liburan’ di Bandung!

Sampai di Bandung. Cukup melelahkan, untungnya saya kembali tidur dengan nyenyak karena kursi XTrans yang tergolong empuk. Bangun-bangun sudah sampai di tol keluar Bandung, dan langsung bilang sama supirnya titik drop-off yang saya inginkan. Teman saya sudah menjemput, menyambut saya dengan kalimat “Ngapain sih lo jam segini ke Bandung”.

Ini dalamnya, berhubung saat itu gelap, jadi aku minjem foto dari Google yaaa
Saya melanjutkan tidur setelah membuat sibuk abang nasgor di pinggir jalan. Perut kembali kenyang dan tidur kembali nyenyak. Paginya, suasana Bandung selalu membuat nyaman, adem, meskipun saya tahu siang harinya bakal panas banget. Tapi tetap anginnya sangat menyejukan. Sebelum beneran liburan di kota kembang, saya menuntaskan janji saya di hari itu, bertemu dengan seseorang, dan membicarakan kerjaan, yang saya harap berjalan lancar, aaminn.

Setengah hari yang sangat berfaedah. Pusing kepala ini, sesekali kami tertawa dan membiarkan mulut ini berkata apa saja yang ingin diucapkan. Sebelum malam, ada satu tempat yang ingin sekali saya kunjungi. Sebenarnya ada 3, tapi untuk hari itu 1 aja dulu, 2 nya besok lagi. Yaitu Bandung Creative Hub, tempat yang sudah lama saya incar untuk berfoto dan bersantai sambil ngopi-ngopi ganteng. Bangunannya yang unik, serta media promosinya yang menarik membuat saya wajib sampai di tempat ini.

Dan sore itu, akhirnya saya sampai di Bandung Creative Hub. Ramai sekali, hampir tiap bangku terisi. Tak hanya bangunannya yang bagus, instagramable, tapi dalamnya juga. Bahkan sata masuk kita langsung disambut dengan permainan warna yang sangat mencolok, membuat mata ini bahagia. Untuk kalian yang ingin ke sini, sebaiknya dilihat dulu ada acara atau tidak melalui akun instaramnya @bdg.creativehub, karena jika ada acara, seperti pameran atau semacamnya, tempat ini semakin wajib untuk dikunjungi.


Keesokan harinya, saya langsung menuju Trans Studio Mall, tempat selanjutnya yang ingin sekali saya kunjungi karena punya wahana baru! Wajib saya coba karena ‘katanya’ wahana ini sangat memacu adrenalin kita di ketinggian 40 meter! Waw!!!

Yap! Trans Studio Bandung yang saya maksud. Pemburu Badai nama wahananya yang sudah ada sejak 25 September 2018, sebagai kado untuk ulang tahun Bandung yang ke 208. Spesial sekali bukan. 250K, kalau tak salah harga tiket masuknya. Beli di Traveloka deh, diskon!  hehe. Saat itu cukup sepi, berbeda sekali dengan terakhir kali saya ke sini, ramainya beneran kayak Dufan kalau promo. Saya anggap kesepian Trans Studio Bandung hari itu sebuah keberuntungan.  

Tak pakai lama, saya langsung masuk dan antri di wahana kesukaan saya. Yamaha Racing Coaster! Loh, katanya wahana baru? Nanti dulu, soalnya setelah gate in, wahana Yamaha ini langsung terlihat dan sepi banget! saya takut nantinya bakal ramai, jadi saya coba ini dulu deh, hehe. Rasanya masih sama, meskipun saya berharap lebih kenceng lagi pas mundur, wkwkw, geblek. Jalan sedikit, saya langsung sampai di wahana baru yang saya ingin sekali coba, Pemburu Badai. Kalau tak salah, tempatnya itu dulu digunakan untuk wahan broadcast deh, kalau tak salah yaaa.

“Yeay! Enggak ngantre, langsung masuk”, ujar saya sambil berjalan cepat menuju pintu masuk. Ternyata saya salah, di dalamnya yang antre, haha. Tapi tak panjang banget sih, jadi masuk, antre bentar, kemudian kita nonton cuplikan film terlebih dahulu. Baru deh menikmati wahananya. Ternyata! Ini hampir mirip sama Histerianya Dufan, tapi Pemburu Badai beneran pintar membuat suasanan hati berdebar. Mengawali dengan nonton film yang menjadi latar peristiwa, kemudian kita naik ke wahananya dengan efek sekitar yang masih terasa, seperti suara seng, badainya, serta teriak-teriakannya gitu, keren.

Deg-degan, ditambah temen enggak mau naik, alhasil sebelahan sama orang yang tak dikenal, dan tak terlihat.

Selanjutnya, seperti biasa. Saya menantikan parade yang menjadi keunggulan tersendiri dari Trans Studio Mall. Dan sambil menunggu parade tersebut, saya menikmati Giant Swing dan Vertigo, dengan rasa yang masih sama. Apa saya yang mati rasa?

Tempat terakhir yang saya kunjungi, sebelum pulang ke Jakarta, adalah Paberik Bajoe di Jalan Soerkarno Hatta Bandung. Rasanya, kalau ke Bandung tak pernah absen berkunjung ke sini, barangnya murah-murah dan bagus, meskipun kita harus dengan sangat teliti mencarinya. Tapi beneran, tempat yang satu ini wajib kita kunjungi kalau ke Bandung, hehe.


Di halaman Pabriek Bajoe juga pas buat foto-foto, dan makanan di  foodcourtnya juga enak-enak, ditambah fasilitasnya yang lengkap, ada mushola, toilet, dan lahan parkir yang luas. Pelayananya juga ramah. Saat saya datang hujan gede banget, dan ketika keluar dari mobil bapak satpamnya langsung bergegas memberikan payung. Seketika saya seperti tuan muda yang baru keluar dari Limosin, haha.

You Might Also Like

3 comments

  1. Wah sekarang bisa pesen xtrans dari dan ke bandara via traveloka ya! Pesannya bisa jauh-jauh hari sebelumnya, bisa reschedule pula. Kemudahan yang Hqq ini mah! Thanks for sharing ya mas.

    ReplyDelete
  2. Wah, bagus juga ya Xtrans, kalau lagi dadakan begini jadi bisa diandalakan.

    ReplyDelete