BARAN: Energi Terbarukan Yang Siap Dirasakan!

1:03:00 PM

Gunung Kidul panas sekali siang itu. Mungkin tiap hari. Rasanya, memilih berdiam di dalam mobil adalah surga dunia. Tapi mata tak ingin, bahkan mengajak kaki ini bergegas turun dari dari mobil. Inovasi yang dibuat begitu cantik, warna merah dan kuning bunga celosia bak menghipnotis, seketika panas bukan lagi alasan untuk tak menikmati dunia, sinar matahari siang itu justru semakin mempercantik foto di tengah kebun bunga yang hadir di sepanjang jalan. Seketika saya berpikir, mungkin saya salah melihat peran panasnya sinar matahari belakangan ini, terlalu banyak mengeluh, lupa kalau ternyata sinar matahari punya peran penting jika dimanfaatkan dengan baik.


   Sebelumnya, saya sempat bercerita tentang Kawasan Wisata Gunung Kidul yang saat ini sudah beda banget! The Next Bali, beberapa orang menyebutnya. Sesekali saya berbincang dengan penjaga tiket di beberapa destinasi, salah satunya di Kebun Bungan Celosia yang bisa ditemui hampir di pinggir jalan di kawasan Gunung Kidul, mereka sangat senang sekali dengan perubahan lingkungannya saat ini, ekonomi berubah dan semakin sejahtera.

Mata ini masih menjelajah sekitar, sekilas hanya tebing kapur yang mengelilingi kebun bunga dengan sinar matahari yang kadang tertutup awan, meskipun tak lama, sinar matahari itu kembali dengan panas yang durasinya semakin lama. “Tiap hari memang begini”, ujar teman saya melihat saya bergegas masuk ke dalam mobil setelah mendapatkan foto, hehe. Dua minggu berlalu, panasnya sinar matahari kembali diperbincangkan, bahkan terdengar lebih menyenangkan dan semakin menjanjikan ketika diucap oleh Pak Dihar Darkir.

“Panas sinar matahari dan radiasi cahaya akan dikonversi menjadi energi listrik, ditangkap oleh solar panel yang kemudian bisa disimpan di Baran Wall”, ujar Corporate Secretary PT Aldebaran Rekayasa Cipta (Aldebaran), pagi itu. Kalimat pembuka yang membuat saya penasaran tentang Baran Wall, dan Aldebaran yang merupakan perusahaan bergerak di bidang energi terbarukan seperti Tesla di Amerika, tapi ini punya Indonesia. Waw!

Juli 2015, PBB mencapai kesepakatan tentang target pembangunan global untuk melakukan upaya bersama dan memastikan agar manusia di seluruh dunia hidup lebih sejahtera, tetapi harus tidak merusak bumi. Well, hal ini tentu menyinggung penggunaan energi fosil yang semakin hari kian menipis, dan cukup membuat polusi di alam. Maka lahirlah perbincangan tentang Energi Terbarukan, yang merupakan proses alam yang berkelanjutan yang dapat menciptakan energi, seperti tenaga surya, tenaga angin, hingga panas bumi.

Sudah banyak negara yang mulai memanfaatkan energi terbarukan, seperti Amerika, Inggris, Jerman, Jepang, Korea, dan Cina. Kita, kapan?


Victor Wirawan - CEO Aldebaran
Melalui Aldebaran, anak bangsa tak ingin tinggal diam. “Apakah indonesia akan terus menjadi negeara konsumtif, dan tidak mau berkontribusi untuk perubahan yang pasti akan terjadi?”, pertanyaan itu nyaring terderang. “Saya rindu untuk membuat cara baru mengkonsumsi energi tanpa fosil, gak perlu bayar bulanan lagi, gratis!”, kata Pak Victor Wiraman, CEO Aldebaran.

BARAN, Tak Hanya Terbarukan Tapi Juga GRATIS!

Mei lalu, mimpi itu mulai menjadi kenyataan. Aldebaran lahir dan siap menjadi solusi akan problem dan masalahan energi yang sering dihadapi Indonesia, harga listrik yang terus naik, listrik sering mati, hingga pencemaran lingkungan dan polusi. Saya bangga bertemu dengan visioner siang itu. “Ini karya yang luar biasa, membuat saya bisa berkontribusi untuk kemajuan bangsa”, tegas pemilik akun @victorwirawan. “Kalau di Amerika ada Tesla, dan di Indonesia ada Baran, dengan saya sendiri”, lanjutnya.

Melalui Aldebaran, terciptalah Baran Energi yang berfokus pada 3 hal yang siap menghadirkan pemanfaatan energi terbarukan yang layak untuk digunakan di Indonesia. Hari itu saya mulai yakin, realisasi energi terbarukan siap dirasakan, bahkan bisa jadi gratis, dan membanggakan karena ini karya anak bangsa. Keyakinan saya semakin menguat ketika Pak Victor melanjutkan kalimatnya, “3 hal ini adalah mimpi saya untuk berkontribusi terhadap Indonesia, bagaimana kita bisa mengkonsumsi energi baru tanpa harus membayar tagihan builanan lagi”. Tagihan bulanan gratis? Siapa yang nolak coba!

1. Baran Power
Fokus pertama Aldebaran adalah dalam penggunaan energi listrik yang langsung untuk kebutuhan sehari-hari, yaitu melalui Baran Power, yang sangat tepat digunakan untuk smart home (rumah single) dengan daya 8800 HW, kemudian untuk real estate, hingga mini power plants.  1 baran power memiliki 600 baterai di dalamnya.

Baterai Baran Power
Pak Victor Wirawan tak hanya melihat Baran Power dari segi pemanfaatannya saja, namun juga mengedepankan nilai estektika dengan desain produk yang keren. Baran Power Wall, yang biasa digunakan untuk rumah single memiliki tampilan yang juga pas untuk hiasan dinding rumah. Lifestyle, Simple, dan Powerfull, 3 hal yang siap dinikmati pada quarter satu awal tahun 2019 saat produk ini siap dirasakan.

Baran Power Wall
Sitem kerjanya, Baran Power Wall akan menampung energi listrik yang dihasilkan dari solar panel, dan kemudian energi tersebut bisa disimpan dulu atau langsung dialirkan untuk pemanfaatan benda-benda lainnya. Seperti powerbank, tapi lebih keren dan tahan lama dengan umur yang lebih panjang, bisa bertahan 10-15 tahun dengan pemakaian dan perawatan yang baik.




2. Baran Cube
Selanjutnya produk dengan skala besar, Baran CUBE, laksana pembangkit skala listrik besar. 1 Baran Cube memiliki daya hingga 1 MW. Pemanfaatan Baran Cube ini tentu sangat pas untuk menyambut Industri 4.0 yang mulai masuk ke tanah air, selain mengedepankan teknologi juga mengedepankan kelestarian alam. Baran Cube juga bisa digunakan untuk banyak rumah tinggal, “dan 1 MW cukup untuk menghidupi 4000an rumah” kata Pak Victor.   

Baran Cube

3. Baran EV (Electric Vehicle)
Ini produk yang pengen banget saya lihat! Terlebih ketika Pak Victor bilang kalau mereka sudah punya prototipenya, dan siap ‘tampil’ tahun depan. Baran EV, merupakan pemanfaatan energi terbarukan untuk kendaraan masa depan. Sebuah rancangan mobil yang 100 % menggunakan energi listrik sebagai penggeraknya. Akhirnya mobil listrik Indonesia hadirrrrr, Keren!

Baran EV
Teknologi berkembang, apakah kita juga? Jawabannya, Iya. Saya yakin melalui Aldebaran, Revolusi Industri 4.0 yang mengedepankan perkembangan teknologi akan selaras dengan perkembangan pola pikir manusia juga untuk menyelamatkan bumi, membuatnya ramah kembali untuk kehidupan, dan semakin menyenangkan akan terjadi. Oh iya, berbicara keamanan, Baran Energi mengikuti standar internasional sehingga keamanannya sangat terjamin. Dan untuk urusan harga, enggak sampai separuh harga mobil, bahkan bisa dicicil di beberapa e-commerce nantinya. “Tapi kalau mau gratis, bisa cicilan KPR 15 tahun Baran Properti, langsung dapat rumah dan Baran Powernya”, kata Pak Victor.

Mereka, anak bangsa yang juga berada di balik terciptanya Baran Energi
Semakin kepo dengan Baran Energi? Bisa langsung klik www.baranenergi.com atau cek instagramnya di @baranenergy sekarang juga....

You Might Also Like

6 comments

  1. Keren nih inovasi Baran Energy

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mas, bener bgt. Seneng ya bisa punya inovasi buatan negeri sendiri. Aseliiii

      Delete
  2. Bangga ya rasanya, karya anak bngsa yang sangat inovatif.

    ReplyDelete
  3. Keren mas arisman Ya Allah masih ada anak muda di Indonesia, yang memiliki kontribusi besar pada negaranya. Ini harus di beri support dan apresiasi atas hasil karya mereka. Semoga kedepannya Indonesia maju dan tak tertinggal. Indonesia punya Baran jangan mau kalah sama Amerika. Yo Ayo Ayo...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku langsung teringat lagu Via Valen nih Mba Sif, wkwkwkw

      Delete