Ancol Dan Eksostisme Kehidupan Bawah Laut

12:49:00 AM

Kejadian yang tak terduga mengawali tahun ini, snorkeling pertama yang saya bayangkan hanya di Kepulauan Seribu ternyata terbang jauh ke pulau seberang, Lampung Selatan, Sumatera. Sejak kecil saya selalu punya banyak pertanyaan tentang laut, asalnya dari mana, ada apa di bawahnya, hingga berbagai pertanyaan konyol yang lebih baik tak saya ingat. Dan ketika perahu yang saya tumpangi berhenti, seketika life jacket yang saya gunakan terasa lebih ketat, jantung berdetak lebih kencang, panik dan pertanyaan konyol “apakah laut akan memakan manusia?” muncul lagi karena sejauh mata memandang hanya air laut berwarna pekat, bersama Lampung Dive Club saya berkesempatan mencari lokasi baru untuk snorkeling. Lokasi baru! Masih teringat betapa asin nya saya waktu itu, dan seperti dejavu, Ancol kembali memberikan pengalaman yang hampir sama, namun dengan pakaian yang kering.


   Balerina air, julukan yang aneh, tapi nyata. Dengan pakaian bak putri duyung Vira menari indah bersama lebih dari 20.000 milkfish, tampak mengesankan terlebih saat dirinya berhasil mengajak para ikan membentuk tornado, bergerombol, berputar, dan terus berputar. Vira tak sendiri, ada Monic yang juga menemaninya selama 20 menit show di dalam akuarium besar tepat di depan saya duduk, meskipun sejujurnya saya tak bisa membedakan antar keduanya. Setengah perjalanan, pertunjukan yang diberi nama Tornado Fish Under Water ini pun kedatangan dua tamu lagi, pria berbalut pakaian scuba lengkap dengan mengikuti irama musik membuat pertunjukan semakin sayang untuk saya lewatkan.

Saya masih merasa asin setelah sebelumnya puas bermain bersama lumba-lumba, oh iya, perlu diingat untuk menikmati pertunjukan Tornado Fish kita tak perlu keluar dari Ocean Dream Samudera (ODS) karena masih dalam satu kawasan, cukup berjalan kaki saja, bahkan sepanjang perjalanan jangan lupa ya untuk tengok kanan-kiri karena banyak banget loh spot bagus, unik dan instagramble buat foto-foto, hehe. Tapi jangan lupa, perhatikan waktu show nya ya karena seperti yang saya bilang tadi pertunjukan Vira dan Monic ini hanya bedurasi 20 menit, dan dalam sehari hanya 3 kali show. Pastinya kalian tak ingin ketinggalan bukan? Untuk pemanasan, yuk tonton video berikut..


Tornado Fish Under Water ini sebenarnya tak hanya sekedar pertunjukan biasa, saya merasa ada sisi seni yang sebenarnya ingin disampaikan, saya memikirkan hal ini ketika melihat kedua balerina air mengubah posisi badan nya dari horizontal ke vertikal begitupun sebaliknya, gampang memang jika terus berlatih, tapi menurut saya gerakan yang mereka lakukan indah dan punya pesan tersendiri, bagaimana manusia sebenarnya bisa bersahabat dengan ikan, dan memungkinkan untuk membuat sesuatu yang menyenangkan dan bermanfaat. Itulah seni, tidak hanya menyenangkan tapi juga memperdalam cara kita berpikir.



Time flies, but memories stay. Mungkin itu yang bisa saya katakan ketika melangkah keluar melawati store cinderamata ODS, boneka lumba-lumba dan hewan lucu lainnya seakan minta ikut pulang, tapi sayangnya saya belum mau pulang karena setelah ODS saya masih punya satu tempat wajib yang harus saya singgahi, Sea World. Tinggal ngesot, kalau kata orang ngeyel, karena faktanya gak mungkin saya ngesot-ngesok masuk Sea World, bisa dikata suster ngesot nanti, wkwkw. Dari ODS ke Sea World memang tinggal jalan, deket banget, bahkan terlihat jelas di mata gedung nya. Untuk harga tiket masuknya, gratis, kalau weekdays karena 160k yang kita bayarkan di awal tadi sudah termasuk Sea World, tapi kalau weekend kalian cukup tambah 40k ajah.

Ini pertama kali saya berkunjung ke Sea World, tak ada bayangan karena memang saya tak terlalu begitu niat untuk mengunjungi objek wisata yang satu ini, ketika kembali ke Ancol saya hanya mengunjungi Dufan saja, boring. Sekarang pikiran itu saya buang jauh-jauh, saya pribadi sangat merekomendasikan kalian yang jomblo, punya pacar, sudah nikah, punya anak, banyak anak bahkan keluarga besar untuk datang ke akuarium raksasa ini. Dari yang muda hingga yang tua bisa belajar atau setidaknya kenal dengan nama ikan yang bentuknya aneh, tampak lucu dan nyata. Sama seperti di Pameran Lukisan Koleksi Istana, jika bingung dan kepo kita bisa langsung bertanya dengan pawang nya, biasanya ada di kanan atau kiri akuarium, tak mungkin di dalamnya. Kalau saya boleh bilang (ya boleh lah, blog saya) Sea World Ancol adalah pilihan yang sangat tepat untuk wisata edukasi di Jakarta. Dimana lagi coba yang punya kolonial akuarium seperti ini?

Beberapa jenis ikan yang bisa kita temui di Sea World

Ada juga yang bukan ikan, heheh

Kalau diperhatikan, Ancol nampaknya mengerti sekali bagaimana cara mengumpulkan banyak orang di satu titik tempat, semacam mempererat kebersamaan gitu deh, contohnya Dufan punya pertunjukan yang pakai api, air, angin, kayak avatar lah pokoknya (dibaca lupa namanya), ODS punya Tornado Fish dan  Dolphin Show, Sea World pun juga punya bahkan lebih ‘horor’ dari pertunjukan lainnya, banyak orang berkumpul di jam tertentu untuk menyaksikan pemberian makan penghuni Sea World yang ada di akuarium paling besar, akuarium utama. Beruntungnya saya karena sekitar jam 4 sore adalah pemberian makan terakhir, dan saya masih sempat melihat pertunjukan mendebarkan itu.

Di depan akuarium utama dipastikan penuh sehari 3 kali karena proses pemberian makan seperti manusia, bahkan tak boleh telat kalau untuk ikan-ikan disana, total 150 kg ikan campuran yang diberikan seakan membuat saya bertanya, “cukup kah?” apalagi ada banyak ikan, salah satunya ikan hiu, kan udah mulai kebayang horor nya. Hiu yang ada di Sea World adalah hiu terganas ke 32 di dunia, yaitu jenis ikan hiu buto yang ternyata adalah hewan noktural yang justru aktif di malam hari, tetap saja horor dan kalau waktunya makan pasti bangun. Sebagai wisata edukasi konservasi di Jakarta, Ancol tak hanya memelihara saja, di Sea World juga banyak hewan ‘aneh’ dan langka, juga tak lupa pengetahuan baru yang kita dapatkan, kalian tahu tidak kalau ada beberapa hiu yang makannya dengan cara menghisap, bukan menggigit, salah satunya hiu buto tadi. Juga cara makan ikan pari yang ternyata harus berputar-putar terlebih dahulu, kenapa? agar bentuk badanya tetap terjaga, waw!

Suasana pengunjung ketika menunggu waktu memberi makan ikan-ikan di akuarium utama

Masih di dalam Sea World, wajib hukumnya untuk kita menjelajah karena nantinya kita akan ditemukan dengan ruangan gelap yang berisi ubur-ubur, tak hanya itu saja karena ubur-ubur tadi dikombinasikan dengan permainan cahaya lampu yang cantik, perubahan warna yang menurut saya menarik dan membuat betah menyaksikannya ubur-ubur bergoyang. Jadi gak sabar pengen balik lagi, ada yang mau ikut?

You Might Also Like

6 comments

  1. Wow snorkeling, menyelam dan kasih makan ikan apalagi lumba lumba pastinya nyenengin banget ya. Apalagi untuk pecinta keindahan bawah laut. Amazing banget aktivitas seperti ini. Ajak ajak dong klo kelaut atau seaworld lagi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, si dede bisa tuh mak di bawa kesini, seru dan bermanfaat banget loh... Hehehe

      Delete
  2. Mau ikutlah kalau dibayarin Aris. :3

    Ini berarti indoor kan, ya? Di akuarium raksasa gitu. Selama ini kalau snorkeling di outdoor kayak di pulau-pulau, sih. Bedanya apa, Ris? Lebih enak mana? Haha.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ish, cowok gratisan...

      Beda dong, kalau di akuarium raksasa lbh degdegan gtu, ikannya deket bgt sma kita...

      Delete
  3. Aselik seru beeeuuuddd. Ke ancol aaahhh, udah lama gak ke ancol.

    ReplyDelete