FEED Mobile, Ajak Petani & Pengusaha Mikro-Kecil Indramayu Tingkatkan Literasi Keuangan

7:34:00 PM

Citi Indonesia nampaknya sadar akan potensi yang dimiliki para petani dan pengusaha mikro-kecil yang saat ini mulai berkembang pesat di Indonesia, bersama dengan mitra kerjanya, Mercy Corps Indonesia, kolaborasi antar keduanya berhasil menyelesaikan sebuah program yang berfokus pada keuangan, ialah Financial Education and Empowerment goes Digital and Mobile atau yang bisa kita kenal dengan sebutan FEED Mobile.


   "Ini adalah trend yang tidak terpisahkan dari Citibank" kata Ibu Elvera N. Makki selaku Country Head of Corporate Affairs for Citi Indonesia, FEED Mobile merupakan kegiatan pelatihan pendidikan keuangan dan pengembangan usaha bagi para petani dan pelaku usaha mikro-kecil dengan menggunakan metode pelatihan tatap muka dan kanal digital. Saya merasa ini adalah program yang tepat seiring berkembangnya teknologi saat ini, Citibank yang saat ini merupakan salah satu bank bertaraf Internasional tentunya yakin perkembangan teknologi adalah sarana pengembangan keuangan bagi seluruh daerah di tanah air, hanya tinggal pemanfaatannya saja yang harus terus disamaratakan dan dimaksimalkan penyebarannya. "Dan tentunya program ini tak akan terlaksana  dengan baik tanpa peranan para karyawan Citibank yang turun ke lapangan" lanjut Ibu Elvera.

Salah satu hal keren lainnya menurut saya untuk program FEED Mobile ini adalah bahwa Citibank dan Mercy Corps Indonesia memberikan tak hanya sekedar dana/materi saja, namun tenaga serta ilmu bahkan tindakan yang real dengan ikut turun tangannya para pegawai bank yang sudah berdiri sejak tahun 1968 ini. "Semoga program ini mampu meningkatkan pertanian di Indramayu, dan membantu pengembangan aset daerah" kata Ibu Elvera. Mengapa Indramayu? Indramayu adalah Kabupaten pertama yang masuk dalam program FEED Mobile, dipilih karena merupakan wilayah terbesar di Jawa Barat serta merupakan daerah sentra pertanian yang telah menyumbang sekitar 43 % dari total Produk Domestik Regional Bruto (PDRB),  tentunya program ini juga bermitra dengan beberapa lembaga keuangan mikro, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian, Perdagangan serta Badan Ketahanan dan Penyuluhan Pertanian (BKP3).


   Sebuah keberuntungan bagi saya bisa hadir di acara Workshop Nasional Inklusi Keuangan yang bertajuk "Road Towards a Financial Literate Generation" yang digagas oleh Citi Indonesia dan Mercy Corps Indonesia, bertempat di Aston at Kuningan Suites Hotel Setiabudi hari ini. Selain dihadiri oleh Ibu Elvera N Makki dari Citibank Indonesia, acara ini juga turut menghadirkan Direktur Inklusi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan Bapak Eko Ariantoro, serta perwakilan dari Mercy Corps Indonesia Bapak Andi Ikhwan"Masih banyak yang tak tahu hak & kewajiban ketika memulai asuransi" kata Pak Eko Ariantoro saat berkesempatan memberikan sambutannya di workshop tersebut, saya sendiri setuju atas pernyataan beliau, ada beberapa poin yang saya kurang mengerti tentang hal-hal berbau keuangan yang sekarang semakin berkembang dan banyak istilah baru, itu saya loh yang bisa dibilang tinggal di wilayah Jakarta, coba kalian pikirkan bagaimana nasib orang-orang di luar Jakarta / terbilang jauh dari Ibu Kota, pasti mereka bingung dan kurang minat untuk memperlajarinya, iyakan? 

Citi Peka (Peduli dan Berkarya) adalah akar dari program FEED Mobile ini, didirikan pada tahun 1998, Citi Peka merupakan sumber dari seluruh kegiatan kemasyarakatan Citi Indonesia yang didanai oleh Citi Foundation. Saat ini Citi Peka sedang berfokus pada program pembedaan dan penghargaan terhadap pengusaha dan Lembaga keuangan mikro serta peningkatan kemampuan kewirausahaan muda dalam membangun kapasitas keuangan melalui FEED Mobile. Ada 2 metode yang coba digunakan oleh FEED Mobile diantaranya pelatihan tatap muka dan penggunaan kanal digital sebagai alat pendukung. FEED Mobile juga menggunakan aplikasi dalam eksekusinya, yang pertama Aplikasi PEKA (Pendidikan Keuangan) berbasis Android untuk para pengguna smarphone yang berfungsi sebagai sarana penyebaran informasi, artikel, tips, anjuran pengelolaan keuangan dan pengembangan usaha serta sarana interaksi antar pengguna. Sedangkan yang kedua adalah Aplikasi PEKA berbasis SMS untuk para petani dan para pengusaha kecil yang belum bisa beradaptasi dengan smartphone.

Pada acara tersebut juga hadir perwakilan dari fasilitator dan penerima manfaat yang merupakan komponen dari FEED Mobile, ialah Bapak Suspendi, fasilitator dari BPK PK Kroya serta Ibu Wastini seorang pedagang mokro yang menjadi penerima manfaat program dari Citibak dan Mercy Corps ini. Mereka adalah bukti nyata suksesnya program ini, Ibu Wastini adalah seorang pengusaha mikro asal Indramayu yang ternyata telah menyelesaikan kuliahnya berkat panduan dari program FEED Mobile ini, sedangkan sebagai fasilitator, Bapak Susupendi merasa senang bisa berbagi dan merasa program ini memang harus ada, dan terus ada bahkan bisa merata diseluruh wilayah di Indonesia. Tak hanya berasal dari karyawan Citibank saja, LSM dan instansi pemerintah hingga lembaga keuangan formal juga turut dilibatkan menjadi komponen dalam program ini, namun tetap ada proses yang harus dilalui, pasalnya ini bukan program biasa, fasilitator haruslah orang pernah bekerja sebagai penyuluh atau terbiasa memberikan pelatihan serta mampu berbicara di depan orang banyak.



Dalam workshop yang dilaksanakan pagi tadi, juga dilakukannya penandatanganan nota kesepahaman dari para mitra Program FEED Mobile sebagai bentuk komitmen para mitra untuk menjalankan kegiatan literasi dan inklusi kegiatan di Kabupaten Indramayu. Literasi keuangan sendiri meliputi pencatatan keuangan yang harus mulai dilatih dari tingkat rumah tangga hingga usaha agar masyarakat dapat mengetahui dengan rinci setiap pemasukan dan pengeluaran, serta pemisah keuangan yang bertujuan agar masyarakat mengetahui besar pendapatan dan pengeluaran usahanya sehingga mereka dapat mengatur dan membuat rencana pengembangan untuk usahanya sendiri.
Dengan pencatatan yang teratur berdampak pada managemen usaha yang lebih baik, jadi saya juga bisa menekan kerugian usaha seminimal mungkin. - Suratna (Pengusaha tanaman hias asal Indramayu)
Kedepannya, FEED Mobile diharapkan bisa 'menyentuh' daerah lain sehingga bisa bangkit dan mandiri, berjaya di pasar dalam negeri, tentunya dengan bantuan pemerintah serta pihak swasta, dan yang pasti harus dimulai dari kemauan diri sendiri, pola pikir yang harus ditanamkan 'mandiri dan harus bangkit' serta mau berusaha.


You Might Also Like

4 comments

  1. Semoga programnya bisa terus berlanjut dan daerah laen juga tersentuh secepatnya. :D

    ReplyDelete
  2. Mesti ikut belajar soal literasi keuangan juga nih kayaknya. Biar bisa beli iphone kayak bapak-ibu kemarin. Eh.

    *alasan receh*
    *jangan ditiru*

    ReplyDelete
  3. Wah, kemana bank-bank yang lain nih? Kok pada ga punya gebrakan kayak bank ini sih. :-)

    ReplyDelete