Remember The Flavor - Banyak Rasa, Hadir Di Hari Valentine

11:45:00 AM

Dua hari lalu saya kembali dari Jogja, Dan film ini seakan membawa saya kembali kesana dengan menambahkan sebuah kisah yang indah
Riyardi Arisman

"Yogyakarta, banyak orang menyebutnya, selain Jogjakarta ataupun Jogja, tapi yang pasti tak salah jika kata "istimewa" selalu mendampinginya. Selalu membuat ingin kembali. Minggu lalu, saya memutuskan untuk kembali menyambangi kota pelajar itu, refreshing mungkin saya menyebutnya. Tapi lebih dari itu, Jogja seakan memiliki ruang tersendiri di pikiran saya untuk selalu diisi, menurut kalian bagaimana ? Jika iya, maka kalian akan merasakan apa yang saya rasakan saat menyaksikan film terbaru karya Dyan Sunu Prastowo yang berjudul "Remember The Flavor". Jogja menjadi latar peristiwa kisah romantis dalam film ini, mengalir, seolah saya yang menjadi figuran dalam film. Jika terkesan 'lebay', kalian wajib membuktikan dengan menyaksikan film ini tanggal 15 Februari 2017 mendatang, after merayakan hari kasih sayang dan kesedihan tentunya untuk sebagian dari kalian yang biasa disebut 'jomblo'. Tetap semangat ! 


   Waktu yang tepat, adalah satu satu hal yang harus diperhatikan dalam perilisan sebuah film, tak menjamin memang, namun menurut saya hal ini cukup berpengaruh untuk sebuah film mendapatkan penontonnya secara maksimal. Banyak yang sudah 'langganan' menjadikan hari-hari besar, bersejarah, hingga liburan lebaran dan tahun baru sebagai tanggal yang memastikan beberapa rumah produksi 'wajib' mengeluarkan karya besarnya di tanggal tersebut, dan saya sangat melihat 'kemenangan' dengan pola yang sama. Mereka mungkin menyebutnya "strategi". MP Pro Pictures nampaknya melihat kesempatan tersebut, bekerja sama dengan Limelight Pictures film bergenre drama-romatis yang berjudul Remember The Flavor siap meramaikan bioskop tanah air tepat setelah hari valentine/kasih sayang serta bersamaan dengan hari pencoblosan/pemilihan gubernur serentak di Indonesia, 15 Februari 2017. Langka bukan, nonton film romantis di hari perang suara, lima tahun sekali loh, hehe.

Kisah bermula ketika Melodi (Sahira Anjani) memutuskan untuk meninggalkan Jogja demi mengejar mimpinya sebagai penyanyi ke Jakarta, tak hanya Jogja, Melodi juga meninggalkan sahabatnya Dimas (Tara Budiman) yang selama ini menjadi orang yang paling dekat dengannya, melebihi Ibunya sendiri. Dimas yang bekerja mengelola kedai es krim membuat awal kisah dalam film ini seakan menarik, kebanyakan film mengangkat Jogja pasti karena cityscape nya yang juara hingga seninya yang beragam, dalam film yang naskahnya ditulis oleh Ratih Kumala ini justru mengangkat kedai es krim, namun tetap memperlihatkan sudut-sudut kota Jogja yang membuat saya rindu akan kota ini.

Bagai sebuah rasa es krim yang beragam, film ini memberikan konsep yang demikian, rasa manis ditampilkan saat Melodi dan Dimas mulai merasakan ada lebih dari persahabatan yang mereka jalani selama ini, hingga saat malam tiba, dan hujan, peristiwa itu terjadi. "sensor". Beberapa penggambaran yang divisualisasikan dalam film ini mungkin sebagian orang pernah merasakannya, standar, tapi saya sangat suka tata kamera dalam film ini, membuat adegan romatis menjadi seakan tepat dihadapan saya, mungkin hanya beberapa langkah.

"Ini bukan dongeng" kata Melodi
"Tapi harapan" lanjut Dimas,

Saya tak tahu rasa apa yang mungkin cocok untuk percakapan diatas, stroberi mungkin. Ini yang menarik, suatu ketika, Dimas dan Melodi membuat sebuah rasa baru, kombinasi kopyor dan nanas, kemudian muncul pula tokoh Arnesti (Anissa Pagih), pertemuan yang unik dengan Melodi inilah yang membuat saya mulai bersemangat menuntaskan film yang berdurasi kurang lebih 90 menit ini, saya membaca apa yang akan terjadi setelahnya, dan benar adanya. Rasa itu mulai campur aduk saat ketiga tokoh berada dalam satu tempat yang sama, saya ingin menjadi orang keempat dan berkata "pliss jangan buat ending yang biasa !".

Ini adalah film pertama bagi Sahira Anjani, sebelumnya, saya hanya menikmati tingkah lugu dan konyolnya di serial tv, dan saya suka. Debut pertamanya ini membuktikan bahwa ia bisa keluar dari aktingnya yang 'itu-itu' aja dan cukup memuaskan, Tara Budiman juga semakin terlihat dewasa dalam film ini, Dan untuk Anissa Pagih, justru saya berharap ia mendapatkan porsi tampil yang lebih banyak dibandingkan yang saya saksikan tadi, ups. Selain ketiga nama tadi, film Remember The Flavor juga didukung oleh artis lainnya seperti Ferry Salim, Ence Bangus yang membuat film ini ceria, Djenar Maesa Ayu yang memberikan rasa tegang, kesal, dan sedikit kebencian dalam film ini, saya kangen dengan akting beliau sejujurnya, dan cukup memuaskan.

Ide cerita yang cukup menarik sayangnya kurang diperkuat oleh naskah, banyak kalimat-kalimat romantis dan ajaib yang keren padahal, namun kebanyakan dialog biasa ajah meskipun suasana sudah total, itu yang saya rasa. Kemudian artis pendukung yang cukup banyak membuat kisah sang tokoh utama buyar, masalah demi masalah muncul hingga akhirnya penyelesaian sang tokoh utama menjadi 'kurang memuaskan' bagi saya. Dan satu lagi, keindahan sudut-sudut kota Jogja memang tak bisa dibohongi, itu ketika kita melihatnya sejajar, namun saat mencoba memperlihatkan dari atas menggunakan drone, justru membuat kurang bagus, apalagi saat malam, sedih melihatnya. hiks. Namun tetap, film ini memberikan banyak rasa ketika selesai menontonnya, musik yang menjadi pelengkap dalam film ini benar-benar memberikan nyawa tersendiri dibeberapa adegan, hingga saya ingin mengulang khusus untuk adegan-adegan tersebut. Semakin penasaran? jangan lupa, abis nyoblos, yuk nonton ! 15 Februari 2017.




Judul Film
REMEMBER THE FALVOR

Sutradara
Dyan Sunu Prastowo

Penulis
Ratih Kumala

Produksi
MP Pro Pictures, Limelight Pictures

Tayang
15 Februari 2017

Genre Film
Drama, Romance

Pemain
Tarra Budiman
Annisa Pagih
Sahira Anjani
Tegar Satrya
Verdi Solaiman
Djenar Maesa Ayu
Ferry Salim
Ence Bagus
Hakiem Aziz


Info Film
Twitter @flavorthemovie
dengan hastag #remembertheflavor



You Might Also Like

13 comments

  1. Wah latarnya di yogyaa yaa, memang selalu ngangenin deh kota ituu
    Jadi film Indonesa yaa iniii, judulnya sukaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, susah kalo udah ada jogjanya untuk dilewatkan hehehe..

      Delete
  2. Wah untung baca ini jadi tahu itu artis Ganteng namanya Tarra Budiman hahahha efek emak-emak jarang update artis.

    ReplyDelete
    Replies
    1. alhamdulillah, bermanfaat tulisan saya hehehe

      Delete
  3. Waah ada tarra. Wajib nonton film ini nih gw

    ReplyDelete
  4. wajib nonton noh... bagus sepertinya... saya pasti hadir. thanks infonya

    ReplyDelete
  5. Film yang bikin baper ngga habis-habis. Nyebelin. Ngga terima endingnya hahaha *koq jadi aku yang esmossi. Kasihaaaan tuh cewek. Pas kembali ternyata semua sudah berubah hiks

    ReplyDelete
  6. Film yang bikin baper ngga habis-habis. Nyebelin. Ngga terima endingnya hahaha *koq jadi aku yang esmossi. Kasihaaaan tuh cewek. Pas kembali ternyata semua sudah berubah hiks

    ReplyDelete
  7. Wah..... Ada tara Budiman, saya harus nonton neh...

    ReplyDelete