ACT - Blogger Ngobrol Kemanusiaan, "Menjadi Inspirasi, Bukan Mengotak-ngotakan"

10:43:00 PM

Ini adalah sebuah kebodohan yang ingin saya ceritakan, kecerobohan tepatnya. Sebuah email mendarat dengan mulus pagi itu, subject Undangan "Ngobrol Kemanusiaan" dari Aksi Cepat Tanggap (ACT) jelas saya baca, namun tak saya mengerti, kalian tahu apa yang ada dipikiran saya ? ngobrol tentang korupsi ! entah bagaimana hal itu bisa terjadi, terlebih lagi, saya hanya membaca judulnya saja, kemudian waktu dan lokasi tanpa membaca lengkap isi undangan tersebut. Akhirnya hari itu tiba, bukan hari biasa, bukan sabtu biasa, bukan weekend biasa, namun hari baru saat saya tahu apa itu ACT !

wajah ini hadir ketika siudah tahu apa itu ACT 
   Sebuah keberuntungan ketika mendapatkan ojek online yang supirnya tahu jalan tikus di Jakarta, bisa dibilang saya kesiangan dan berharap itu tak akan terjadi jika diundang lagi. Rumah Makan Raja Rasa, Jalan Ampera Raya No 137, Jakarta Selatan sudah cukup ramai Sabtu pagi, tanggal 25 Februari 2017 lebih jelasnya, beberapa kursi nampak masih kosong, so, saya gak telat-telat banget lah ya, hehe. Acara weekend, pagi hari, panitia pasti mengerti jika ada tamu undangan yang kesiangan. Setelah menyetor muka di meja registrasi saya pun duduk manis mengikuti acara.

"Pemerintah yang baik adalah pemerintah yang mengerti aspirasi masyarakat", kaliamat itu jelas saya dengar, dan tiba-tiba pikiran saya berbicara "ini beneran yang ngobrol soal korupsi kan ???", ternyata bukan, saya salah besar, salah total tepatnya, kalian tahu apa yang saya rasakan, seperti tersesat, panik sambil berkata "aku ada dimana" drama mode on. Ini adalah sebuah acara yang diadakan oleh Aksi Cepat Tanggap, atau yang biasa disebut ACT, apa itu ?

Aksi Cepat Tanggap (ACT) adalah Sebuah lembaga kemanusiaan yang diluncurkan secara resmi pada tanggal 21 April 2005, didukung oleh donatur publik dari masyarakat yang memiliki kepedulian tinggi terhadap permasalahan masyarakat dan juga partisipasi perusahaan melalui program kemitraan dan Corporate Social Responsibility (CSR). 
Meskipun sudah resmi terbentu sejak tahun 2005, ternyata ACT sendiri baru aktif pada tahun 2014, tentunya dengan skala yang lebih luas, kemanusiaan dunia dengan tingkatan global profesional. "Jika ingin dibantu (oleh yang diatas), kenapa tak membantu duluan ?" kata Presiden sekaligus Founder ACT Bapak Ahyudin. Saya rasa ucapannya benar sekali, simplenya memang demikian, sama kasusnya seperti kita yang ingin blog kita dikunjungin, lalu kenapa gak mengunjungi blog lain terlebih dahulu, komen terlebih dahulu. mudahkan !, mungkin yang sulit memang sebuah kepercayaan, perspektif dari masing-masing person melihat keberadaan ACT, dan bagi saya, ini menariknya, Ini adalah acara "Ngobrol Kemanusiaan" seri pertama, sebuah perkenalan yang tanpa bertele-tele saya rasakan saat duduk manis mendengarkan Pak Ahyudin bercerita tentang kegiatan-kegiatan ACT yang sudah cukup banyak beberapa tahun belakangan, apa saja ? bisa kalian cek di YouTube chanelnya di Aksi Cepat Tanggap, ini salah satunya.


Kiprah ACT hingga saat ini ternyata sudah meluas hingga ke negeri orang, Myanmar, Nepal, China, Palestina, Suriah, Somalia hingga Bangladesh, apa yang tergambar dari beberapa negara yang saya sebutkan tadi ? hampir semua terjadi (mungkin, kalau tidak salah yang saya tahu) adalah bencana yang menimpa daerah berpenduduk muslim, namun buang jauh pikiran receh kalian tentang hal itu, saya pun mulai membuangnya, fakta yang saya dengar dari salah seorang anggota ACT bahwa hal tentang "perbedaan" mereka sangat jauhkan, ini semua hanya tentang kemanusiaan, titik

Greatness Starts from Humanity, adalah tema dalam Ngobrol Kemanusiaan yang pertama ini, tak hanya blogger, aktivis social media hingga beberapa perwakilan komunitas juga hadir di acara ini. Oh no, saya kepo ! portal web milik ACT pun menjadi sasaran saya, bisa kalian cek di act.id. Akan kalian lihat dua tulisan yang menonjol, "Jadi Relawan" dan "Ayo Donasi", tentunya sesuai dengan visinya yaitu Menjadi organisasi kemanusiaan global profesional berbasis kerdermawanan dan kerelawanan masyarakat global untuk mewujudkan peradaban dunia yang lebih baik. Lalu, apa peran Blogger dalam hal ini ? aktivis sosmed ?

Para Blogger yang ikut berpartisipasi dalam Ngobrol Kemanusiaan sesi pertama
Blogger, aktivis sosmed tentunya termasuk dalam kategori "influencer" yang saat ini cukup marak terdengar, selain media-media online maupun cetak tentunya, bukan hanya pemberi informasi lagi tapi sudah pengaruh, penyebar bahkan pembuat sesuatu yang heboh di dunia maya yang semakin digandrungi masyarakat di Indonesia, karena update dan begitu dekat, hanya tingga menunduk melihat smartphone. "Dunia social adalah dunia yang sangat besar, tanpa batas" ujar Pak Ahyudin, untuk blogger dan aktivis social media lainnya yang terpenting hanyalah bagaimana kita dapat menshare hal-hal yang positif, tak propokatif seperti yang terjadi belakangan ini, buatlah konten yang nantinya bisa menumbuhkan budaya humanis.

"Pekerjaan menggugah orang adalah pekerjaan idealis" tegas sang founder, memang banyak orang-orang idealis saat ini, namun fokus bagi ACT tetaplah ingin menjadi inspirasi bagi semuanya, ACT nantinya akan berkolaborasi dengan beberapa lemaga di daerah-daerah sebelum akhirnya membuka cabang di daerah tersebut, Dengan tiga pilar utamanya yaitu Humanity, Pilanthropy dan Volunteerism, ACT mengajak blogger dan orang-orang yang dekat dengan social media untuk membuat konten dengan wording yang menarik, menggerakan, membuat suatu kesedihan untuk menggugah empati yang telah lama tak terlihat. 

"Yang humanis, pasti lebih manis !" pengen tahu info lainnya tentang ACT ? bisa loh gabung di linimasa mereka, twitter di @ACTforhumanity, Instagram @ACTforhumanity dan Facebook di AksiCepatTanggap. Selain menjadi relawan, di ACT kalian juga bisa bersedekah, berdonasi, memberi, dan menabung amal kebaikan untuk bekal di Akhirat nanti melalui Global Wakaf yang bisa kalian cek di www.globalwakaf.com, Global Zakat dan Global Qurban di www.globalqurban.com serta www.sedekahpangan.com

You Might Also Like

0 comments