Reportase, Pentingkah Untuk Blogger Mengikuti Aturannya ?

4:25:00 PM

Blogger 'newbie', mungkin beberapa orang tak mementingkan istilah itu, tapi ketika memasuki 'Dunia Blogger', kalian akan tahu hal itu ada dan mungkin akan mulai merasakannya, seperti awal memasuki sekolah, kalian harus melakukan pengenalan terlebih dahulu untuk terus berkembang ke depannya. Beberapa bulan lalu, saya memutuskan untuk terjun ke dunia itu, "bingung nulis apa" menjadi pertanyaan pertama saya, beberapa orang mungkin akan memulainya dengan curhatan, puisi, kisah khayalan, bahkan kejadian nyata unik yang mereka rasakan, saya? tak demikian, hobi menonton film saya jadikan solusi, mengulas film dengan tata bahasa yang saya tak tahu benar/salah menjadi pilihan untuk mengisi post pertama saat itu. Jika blog kebanyakan diisi dengan sesuatu yang kita sukai namun bersifat pribadi, bagaimana jika blog juga menjadi sebuah media penyebar informasi formal ? sebuah "Reportase".

     
   "Ini adalah acara in house training pertama yang diadakan teman-teman bloger" ujar pembawa acara Mba Hanny, membuka acara yang diadakan di Wisma Riat, Jalan Pangadegan Utara No 14, Cikoko, Pancoran, Jakarta Selatan, Sabtu, 28 Januari 2017 kemarin. Sebuah kebanggaan tersendiri bisa menjadi salah satu peserta training di acara tersebut, bagaimana tidak, sejak dibuka pendaftarannya di salah satu group Facebook, comment dengan kata "Daftar" sudah banyak menghiasi. Dengan mengangkat tema "Menulis Reportase Ala Blogger Reporter", Ani Berta atau yang biasa kita sapa dengan Teh Ani selaku Co Founder Blogger Reporter Indonesia (BRID) telah siap membagi ilmunya kepada saya dan sahabat BRID yang hadir siang itu. Penasaran ?

Save the best, fo the last. Pernah dengar istilah itu ? saya sering sekali mendengarnya, biasanya di sebuah konser yang terkadang saya harus berpura-pura bernyanyi padahal saya tak tahu itu lagu apa, siapa penyanyinya dan berkata "ini lama banget deh penyanyinya utamanya tampil !", hingga penyanyi utama konser tersebut keluar dari petapaannya, barulah saya benar-benar menikmati konser tersebut. Tak demikian acara ini, sebelumnya dibuka oleh Mba Hanny selaku MC, saya suka cara beliau berbicara, suara bagus dengan intonasi yang pas membuat saya tak perlu berpikir bahwa sound system nya yang bagus, hehe. Setelahnya, Mas Hazmi atau yang biasa kita kenal dengan Hazmi SRONDOL 'mulai tampil', saya ingat pertama kali saya mengenal beliau, sibuk dengan alat tempur vlognya saat mengunjungi sebuah bandara baru di Jakarta, kebetulan saya juga ikut, dan disana pula saya kenal dengan bloger-bloger 'hitz' lainnya.

Hazmi Fitriyasa / Hazmi SRONDOL
   Nama aslinya Hazmi Fitriyasa, saya tak menanyakan langsung, saya hanya melihat Facebooknya, dan saya rasa itu namanya, hehe. Saya ingat ketika dirinya berkata "Blogger memiliki paket lengkap", benar juga, media lain tak akan menuliskan sebuah reportase sebanyak yang blogger tuliskan di blognya, rugi. Sebagai 'super admin', pendiri, sekaligus penemu Blogger Reporter Indonesia (BRID), Mas Hazmi menjelaskan sedikit tentang BRID, tak seperti mendongeng yang dimulai dengan once upon time, Mas Hazmi memulainya dengan kata 'karena'. 

"Karena platform semakin lama, semakin berkembang. Meskipun berbeda-beda tapi semua memiliki titik temu yang sama, dalam perjalanannya, blogspot memiliki paket lengkap, blogger memiliki paket yang lengkap. Twitting, Posting, dan Linking" jelas pemilik akun twitter @hasmiSRONDOL itu. Tepat sekali jika menyebutkan "paket lengkap" pada blogger, bayangkan, misalnya dalam sebuah acara, sebelum berita tentang acara tersebut tersebar melalui media online/cetak, para blogger 'biasanya' sudah melakukan live twit, IG post, atau FB Post, semua sudah tersebar di dunia maya dengan sekejap saat itu juga. Setelahnya, Blogger 'seharusnya' melakukan posting di Blog mereka masing-masing dengan lengkap sesuai apa yang mereka rasakan tentang acara tersebut. Dan yang terakhir, mereka juga akan menyebarkannya kembali via media sosial yang mereka punya, paket lengkap bukan ? Karena itulah, Blogger Reporter Indonesia dipilih sebagai nama yang tepat.


MEMPOSISIKAN DIRI SEBAGAI BLOGGER

Ani Berta / Teh Ani
    Wisma Riat yang menjadi Sekertariat Blogger Reporter Indonesia sudah ramai sejak pagi tadi, jam 09.00 tepatnya saat saya datang, beberapa dari teman Blogger sudah banyak yang berkeliling, bahkan berfoto-foto sebelum akhinya memasuki inti acara. Saya melihat Teh Ani selaku pembicara sudah datang sebelum saya, saya sudah sering melihat dirinya menjadi pembicara di beberapa event yang saya datangi, dan selalu sama, beliau datang lebih dahulu dibandingkan saya, dan saya sangat suka orang seperti itu, sangat menghargai waktu dan paham akan nilai dari dirinya. Itulah hal pertama yang saya lihat dari perempuan yang saat ini sibuk dengan tugasnya sebagai content writer di Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, sekaligus di Australian Aid, Ani Berta.

Bagaimana saya bisa menjadi seorang Social Media Consultan ? "Semua terjadi secara spontan, dan berjalan dengan sendirinya. Sabar". - Ani Berta.
Menulis Reportase Ala Blogger Reporter, adalah tema pertama yang diangkat pada in house training pertama ini, hastag #InHouseTrainingBRID sudah mulai bermunculan dan mulai mendaki di Trending Topic (TT). Sebelumnya, kita harus tahu dulu apa sih yang sebenarnya dimaksud dengan 'Reportase' ? Ialah kegiatan mengumpulkan informasi, yang diliput sesuai kejadian, data, survey, serta pernyataan-pernyataan dari narasumber atau khalayak ramai. Pada dasarnya, reportase tulisan tidak boleh memasukan opini, harus ikut pakem jurnalis. Tapi kembali ke awal, we are Blogger, not Journalist.

Reportase versi Blogger tidak sepenuhnya terikat oleh pakem jurnalistik, masih menggunakan bahasa personal, tidak dibatasi bahkan bisa menceritakan laporan suatu acara secara detail dan tak perlu masuk dalam tahap editor, cukup kita sebagai blogger yang mengeditnya, kemudian kita sendiri yang melakukan promote, self promote. Semakin seru, Teh Ani lalu memberikan kami 'tips' yang sering ia lakukan saat menulis reportase, mau tahu ? berikut tipsnya :

  • 5W 1H. What = Apa, kita harus tahu apa yang ingin kita tulis, tema/topik tepatnya. Who = Siapa, siapa pembicara, tokoh yang terlibat dalam tulisan tersebut. When = Kapan, waktu kejadian tentang tulisan kita itu kapan, agar jelas saat orang membacanya. Where = Dimana, lokasi kejadian tentang tulisan tersebut. Why = Kenapa, biasanya why menjadi alasan-alasan kita terlibat dalam peristiwa tersebut, sebuah latar belakang. dan How = Bagaimana, tentang bagaimana peristiwa/sebuah acara dalam tulisan yang kita buat bisa terjadi, untuk blogger, Teh Ani sangat mengharapkan kita bercerita, story telling agar pembaca ikut terbawa/mengalir dalam tulisan kita.
  • Perhatikan penulisan gelar narasumber dan pengisi acara. Dalam sebuah reportase acara yang kadang Blogger diundang, tentu Blogger harus memasukan nama para tokoh pembicara agar tulisan semakin jelas dan lengkap, nah, usahakan jangan sampai salah ya, ikuti sesuai press release atau bisa searching terlebih dahulu.
  • Sebelum menulis sebuah reportase acara, mulailah melakukan riset kecil-kecilan sebagai bahan komparasi atau verifikasi data yang benar.
  • Live Tweet. Blogger pasti melakukan hal ini, saya pribadi merasa ada yang hilang jika datang ke suatu acara tapi tak diwajibkan berkicau di dunia maya (ngetweet), biasanya saya tetap lakukan, dan ternyata hal tersebut penting loh, kata Teh Ani, tweet yang kita lakukan bisa digunakan sebagai arsip tulisan agar tak lupa dan hilang, Serta jangan lupa untuk menggunakan hastag/tanda pagar agar mudah menemukan arsip tersebut.
  • Jadilah Multitasking. Foto, menulis poin-poin wawancara, video dan live tweet, lakukanlah secara bersamaan, latihlah, hal tersebutlah yang membuat kita sebagai Blogger dengan "paket yang lengkap".

Selain tips, Teh Ani juga mengingatkan kita satu hal penting sebagai Blogger saat menghadiri sebuah acara, attitude ! "Yang penting kita sebagai Blogger jangan mengaku-ngaku sebagai media, tak saling menjatuhkan" tegasnya. Oh iya, Etika ! Teh Ani juga selalu melakukan penekanan saat mengucapkan hal-hal yang boleh dan tak boleh dilakukan saat Blogger hadir di suatu acara. Pertama, usahakan hadir tepat waktu jangan membuat pihak pengundang menunggu. Kedua, menyimak dengan baik jalannya suatu acara, ikuti hingga selesai. Ketiga, Cobalah melakukan beberapa pertanyaan, namun ingat ! jangan mendominasi, lihat sekeliling, jika sudah ada Blogger yang bertanya, jangan terus menerus melakukan pertanyaan, kasih kesempatan kepada media/golongan lainnya. Dan yang terakhir buatlah sebuah kesimpulan dari acar tersebut. "Kita sebagai Blogger, buatlah reportase yang menyenangkan untuk pihak pengundang" tambah Teh Ani menutup sesinya kala itu.


OTAK TERISI, PERUT TERISI !

Wahyu Vidyanto / Mas Vidi
   Bagaikan sebuah bonus awal tahun, hadir di acara ini saja sudah sebuah keberuntungan, eh ternyata ada kejutan lagi dari "Jakarta Nasi Tumpeng" untuk acara ini. Makanan khas masyarakat Jawa yang biasanya tak pernah absen di acara-acara besar telah hadir di hadapan saya, bersanding dengan kue-kue lucu yang rasanya tak tega saya santap, tapi apa boleh buat saya lapar, hehe. Nasi Tumpeng, ialah makanan yang saya maksud tadi, Wahyu Vidyanto selaku owner sendirilah yang mengantar luch kami siang itu, tak hanya itu saja, Mas Vidi sapaan akrabnya ternyata juga owner dari Royal Sandwich yang setiap hari senin bagi-bagi sandwich gratis loh..haha.
Saya ingin mengangkat budaya Indonesia yang mulai luntur - Wahyu Vidyanto
Untuk bisnis nasi tumpeng yang ia beri nama "Jakarta Nasi Tumpeng"  sudah berjalan lebih dari satu tahun, kenapa tumpeng ? "Saya melihat potensi yang tersembunyi, meskipun di Jakarta, tapi banyak orang Jawa disini" ujarnya. Memang benar demikian, banyak orang Jawa yang menetap di Jakarta untuk waktu yang sangat lama, hal tersebutlah yang membuat Budaya Jawa juga terbawa, terviral. Seperti contohnya, acara ulang tahun kantor, kue ulang tahun memang ada, tapi nasi tumpeng selalu mendampinginya, dan menjadi serbuan pertama saat orang-orang butuh makanan berat. Bagi Mas Vidi dan orang Jawa lainnya, Tumpeng adalah sebuah image penghormatan pada potongan pertamanya, "Ini bisa menjadi usaha saya, tapi juga menjadi langkah saya melestarikan budaya saya sendiri, orang Jawa" tambahnya.

Nasi tumpeng "Jakarta Nasi Tumpeng" yang masih terbungkus, lengkap dengan banner acara & kue-kue kecil
Saya semakin salut ketika sosok muda yang saya rasa cukup berbakat menjadi pembawa acara ini terus berbicara, bisnis nasi tumpeng yang ia geluti benar-benar terkonsep, bayangkan, sebelum memulai bisnis ini, ia melakukan riset terlebih dahulu untuk mengetahui apa sih yang sebenarnya masyarakat Jakarta inginkan, seperti langkah-langkah calon walikota saja ya, haha. Dan dengan hal tersebutlah, bisnisnya saat ini terus berkembang dengan berbagai keunggulan, mau tau apa saja ? 

  1. Rasa yang terjamin. "Rasa saya jamin" kata Mas Vidi, rasa yang ditawarkan oleh nasi tumpengnya memnag benar-benar gurih saya rasakan, perpaduan bumbu yang pas. Dan kalian tahu tidak, ternyata nasi tumpeng tersebut rasanya sudah disesuaikan oleh taste orang jakarta loh.
  2. Free Ongkir. Gratis biaya kirim, tapi hanya untuk Jakarta saja, karena Jakarta Nasi Tumpeng hanya menerima order khusus Jakarta saja sebagai bukti komitmennya dalam memfokuskan jasa delivery.
  3. Costumer Service yang mumpuni. Jakarta Nasi Tumpeng memiliki Call Center yang sangat mementingkan costumernya, peningkatan produk menjadi salah satu hal yang diutamakan sehingga Call Center sering meminta feed back saat acara selesai untuk mengetahui kepuasan pelanggan. Bisa kalian kunjungi di www.jakartanasitumpeng.com dan di nomor 0812-9430-9199

Mas Vidi juga memiliki sebuah konsep bisnis yang saya rasa sangat tepat dan wajib diikuti oleh para startup, pertama ialah memaksimalkan penggunaan search engine, penggunaan SEO agar page promosi yang kita buat mudah ditemukan. Kedua, landing page, buat semenarik mungkin agar target kita suka dan berlama-lama di web/page kita. Ketiga, penggunaan Costumer Service sebagai penjalin hubungan, tentunya dengan penjelasan detail dan bahasa yang baik. Keempat, produk kemudian terakhir after sell service, kedua poin penutup tadi adalah sesuatu yang menentukan akan terciptanya repeat order, untuk itu harus diperhatikan dengan sangat matang. "Apakah anda siap dimaki-maki? Saya siap !" ujar Mas Vidi. Bagaimana, berniat memulai bisnis ?

Tampilan nasi tumpeng dari Jakarta Nasi Tumpeng

Hal wajib ? foto dulu sebelum makan, abis itu baru Doa, hiks.

Nasi Tumpeng Jakarta, lengkap banget kan ini porsi kira-kira untuk 50 orang loh
Waktu menunjukan pukul 15.00, sudah hampir 6 jam saya berada di Rumah putih yang jaraknya tak jauh dari stasiun cawang ini, begitu banyak hal yang saya dapat, hingga tak sabar menanti In House Training kedua yang tadi sudah mulai disinggung-singgung oleh Mas Hazmi, tentang apa dan dimana ?, tunggu tanggal mainnya, hehe. So, kembali kepertanyaan awal, pentingkah sebuah Reportase ? saya rasa penting sekali, saat menuliskan sebuah artikel tentang sebuah acara, Reportase memperlihatkan sejauh mana nilai kita sebagai Blogger, Blogger memang tak terikat, tapi penulisan yang sesuai aturan dan etika yang melekat pada Blogger tentu menjadi modal besar untuk Blogger itu berkembang dengan sendirinya, konsisten, kalau kata Teh Ani, itu penting sekali, jangan jadi Blogger pingsan kalau kata Om Nur.

Orang-orang penting di BRID, kapan ya bisa gabung hehehe. (Dok. facebook Hazmi Fitriyasa)

Foto bersama, wajib hukumnya kalau acara blogger (Dok facebook Hazmi Fitriyasa)


You Might Also Like

30 comments

  1. makasih sharenya mas.. saya yang gak bisa ikut bisa belajar dari tulisan mas. Salam kenal dari Malang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal.. senang bisa berbagai . Hehe

      Delete
  2. Makasih tulisannya bagus dan pas bgt :)

    ReplyDelete
  3. Nuhun Arismaan, next event kue buat Arisman dipisahin duluan deh, hihi. Makasih sudah hadir kemarin, dan juga untuk reportase luar biasanya. Love it.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama Mba Hani.. hehe.. makasih sudah berkunjung.. yg ke2 nanti ada kue khusus buat saya yak hehe

      Delete
  4. komplit ulasannya, saya jadi ikut belajar walaupun berhalangan hadir. Terima kasih banyak, ya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima Kasih. Alhamdulillah, senang bisa berbagi

      Delete
  5. Saya pernah ketemu dan bekerjasama dg mbak Ani Berta tapi belum sempat mencuri ilmunya :D Salam kenal dari Madura

    ReplyDelete
    Replies
    1. Harus bgt, tepat bgt deh kalau belajar Mba Ani.

      Delete
  6. Terimakasih sdh berbagi. Sangat manfaat ni buat yg tdk ikut acaranya.
    asyik memang yang tinggal di jabodetabek, banyak agenda reportase dan undangan lainnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga next ada d luar kota ya, biar bisa saling berbagi. Hehe

      Delete
  7. reportase a la blogger itu akurat sekali ya. Ibarat perusahaan suatu media yg jadi pemred, photographer, reporter dan editor ya blogger itu sendiri. Bisa jdi modal atau pedoman buat langkah ke arah profesional.

    ReplyDelete
  8. Tulisannya ngalir banget. Patut dicontoh nih buat tulisan reportase selanjutnya.

    ReplyDelete
  9. Bermanfaat sekali infonnya mas, semoga kedepannya tulisan saya menjadi lebih baik lagi

    travellingaddict.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amin... ssemua ada prosesnya juga kok.. dan itu yang berharga *mulai sok bijak*

      Delete
  10. Kereen ilmunya terserap ya..pasti ini karena sarapan kue cantik #eh

    ReplyDelete
  11. semua yang komen bilang tulisannya bagus hahaha. kamu terbaik! acaranya seru ih, kok nggak tahu ya ada acara sekern ini, kan jadi nggak ikutan akunya :(

    ReplyDelete
  12. wah, luar biasa tulisan blogger hitz satu ini. Terima kasih dah berbagi ilmunya, ya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. lebih hitz mba windu akh, suka merendah deh

      Delete
  13. Terima kasih reportasenya Arisman :)
    Semangat buat next reporting ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. siap teh, makasih juga ilmunya yang sangat bermanfaat, jadi semangat nulis reportase deh pokoknya... semoga tulisan ini membawa berkah, amin.

      Delete
  14. hmm, malah tertarik sama tumpengnya -_-

    ReplyDelete
  15. Aris...complit banget reportasenya, gaya bahasanya juga udah mengalir dan enak dibcanya, proud of you lah :)

    ReplyDelete
  16. Well tulisan yang layak jadi juara #uhuk uhuk ternyata diam diam menghanyutkan ahayyy

    ReplyDelete