Terbaik Dari Ernest ! "Cek Toko Sebelah" Menutup Tahun 2016 Dengan 'Manis'

10:26:00 AM

"Sejauh ini, Cek Toko Sebelah adalah film terbaik dari Ernest menurut saya, hiburan wajib ! suka !"

- Arisman Riyardi -


   Empat penghargaan telah ia dapatkan di tahun 2016 ini, Penulisan Skenario Terbaik di IBOMA 2016, Penulisan Skenario Terpuji FFB 2016, Debut Sutradara Berbakat serta Skenario Adaptasi Terpilih di Piala Maya tahun ini juga jatuh kepada dirinya, ya, kita membicarakan Ernest Prakasa, sosok yang sebelumnya saya kenal hanya sebagai komika kini menjelma menjadi sineas perfilman Tanah Air yang mulai diperhitungkan serta membanggakan. Mengingat tahun lalu, filmnya yang berjudul "NGENEST", karya perdananya sukses menutup tahun 2015 dengan cukup memuaskan, saya berpikir tahun ini akan lebih setelah saya menyaksikan film yang berjudul "Cek Toko Sebelah" kemarin, dipastikan tayang 28 Desember 2016, film yang menggandeng sederet komika dan YouTubers ini siap mengocok perut, membuat kelenjar air mata bekerja lebih serta sedikit 'menyentil' pemikiran akan apa yang sebenarnya dipikirkan orang tua pada anaknya. Saya rasa ini film yang lengkap, unsur komedi dipadukan dengan drama serta mengandung pelajaran yang berharga menjadikan film Cek Toko Sebelah amat disayangkan untuk tidak disaksikan.

Kisah yang sederhana namun amat berarti untuk kalangan Tionghoa, dalam film ini Ernest nampaknya mulai menghilangkan permasalahan 'fisik' yang sebelumnya ia andalkan pada film pertamanya, dan di film ini ia berhasil melakukan pengembangan cerita yang sangat menakjubkan. Menceritakan sosok Koh Afuk (Chew Kin Wah), pemilik toko sembako yang sudah semakin tua dan berharap banyak kepada sang anak untuk bersedia meneruskan Toko Keluarga yang ia bangun dari nol bersama sang Istri. Masalahnya ialah, Anak keduanya, Erwin (Ernest Prakasa) tak menginginkan hal tersebut, karirnya saat itu sudah cukup sempurna dan tak ingin ia lepaskan begitu saja. Lain halnya dengan Anak pertama Koh Afuk, Yohan (Dion Wiyoko) yang mulai cemburu dengan perhatian lebih yang didapatkan Erwin kala itu.

Menariknya dalam film ini ialah semua karakter pendukung seakan memiliki porsi yang sama untuk tampil dalam film, selain ketiga karakter tadi yang membangun jalannya cerita utama, film Cek Toko Sebelah ini juga menampilkan karakter-karakter unik nan beragam sebagai penguat cerita. Semua penonton terbahak-bahak dengan aksi konyol, lucu dan 'aneh' yang dilakukan para pegawai Toko milik Koh Afuk, basicnya memang mereka komika yang sudah sewajarnya melucu namun penempatan 'kapan' karakter tersebut muncul dengan sesuatu yang dimunculkan amatlah tepat saya rasakan, tak berlebihan dan berkesan. Untuk Koh Afuk sendiri saya mungkin akan memberikan standing applause atas aktingnya dalam film ini, pintar sekali beliau memainkan emosi dengan mengandalkan keriput-keriput di wajahnya, sangat meyakinkan apalagi satu frame dengan Ernest, beuhhh chemistry nya dapet banget ! Oh iya, tak lupa juga 'pemanis' yang benar-benar manis dalam film ini, ialah Gisella Anastasia yang berperan sebagai Natalie, sosoknya berhasil membuat sedikit gejolak antagonis hadir dalam film ini, pola yang sama seperti film Starvision sebelumnya, sosok antagonis yang tak terlalu dimunculkan kemudian berubah menjadi baik. Serta Adinia Wirasti yang berperan sebagai Ayu juga berhasil menjadikan suasana 'ademmm' Dion Wiyoko, bahkan tak hanya Dion, saya pun juga sejuk melihat dia bermain dalam film ini.

Kata "Terbaik" pantas mendampingin film ini, tak hanya para tokoh yang mendukung terciptanya jalan cerita yang menyegarkan, ringan, kreatif dan berkesan, film ini juga didukung dengan teknis yang luar biasa mulai dari tata kamera, editing serta musik pendukung yang menjadikan film ini keseluruhan utuh dan siap disajikan. Hal pertama yang saya rasakan ialah sudut pengambilan gambar yang menarik, Cek Toko Sebelah membuktikan bahwa sang sutradara Ernest Prakasa siap naik level dalam sisi penyutradaraan hal ini juga tak terlepas dari Dicky R maland, penata kamera dalam film ini, keren !. Selanjutnya Editing, waw !! banyak hal yang tak terbayangkan ketika film ini menyambung satu per satu scene nya, sangat menghibur dan pas. Dan yang sangat membanggakan saya rasakan ketika musik / OST film ini mulai hadir dibeberapa adegan, suara yang dihasilkan amatlah jernik bak film-film Disney, The Overtunes, Gamal, Audrey, Cantika suara kalian tepat banget menghiasi film ini. sukak !!. Oh iya, satu lagi ketika kita membicarakan skenario film ini, saya kaget ketika awal film dimulai ada nama Jenny Jusuf sebagai konsultan skenario, buat apa toh Ernest sudah cukup mumpuni kok untuk film yang lalu, namun saya salah, skenario film yang dibuat Ernest kali ini lebih bernyawa dan berbobot, nampaknya mentornya tepat, juara.

Saya sangat merekomendasikan film ini, Cek Toko Sebelah tak hanya menjual pemain-pemain yang sudah memiliki pasarnya sendiri, namun cerita yang ringan serta jelas arah tujuannya dan memiliki banyak nilai serta pelajaran dan tentunya film yang utuh serta bagus dalam semua sisi, catat ya, hal tersebut bisa menjadi alasan kaki kita tergerak menuju Bioskop tanggal 28 Desember 2016 untuk menyaksikan Drama Komedi 'Manis' ala Ernest Prakasa
Penasaran?



Judul Film
CEK TOKO SEBELAH

Sutradara
Ernest Prakasa

Produksi
Starvision

Penulis Skenario
Ernest Prakasa

Tayang
28 Desember 2016

Genre Film
Comedy

Pemain
Ernest Prakasa
Chew Kin Wah
Dion Wiyoko
Gisella Anastasia
Adinia Wirasti
Tora Sudiro
Yeyen Lidya
Awwe
Nino Fernandez
Asri Welas

You Might Also Like

5 comments

  1. Di Situbondo gak ada bioskop.. Hmm..

    ReplyDelete
    Replies
    1. makanya balik sinih, gak kangen sama gwa ???? wkwkw

      Delete
  2. Wah kebetulan banget saya belum nonton filmnya, Koh Ernest.
    Thanks reviewnya, Mas. Menurut saya sih ga ada spoiler. Saya juga ga terlalu ngerti spoiler kaya gimana hahaha. Yang penting mah ada gambarannya aja dulu soal filmnya.
    Saya makin penasaran pengen nonton filmnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, buruan ntn. Bagus loh filmnya...
      Mungkin mksd spoiler itu ngasih tau inti ceritanya gmna, trus si tokoh ngpain ajah hehehr

      Delete
  3. Gak kecewa udah jauh2 kudus-semarang. Filemnya menginspirasi dan jg menghibur...

    ReplyDelete